28 November 2021

Lima Panti Sosial Di Kalsel, Terakreditasi A

2 min read

Kepala Dinas Sosial Kalsel

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan memiliki 5 Panti Sosial, yang semuanya berada di bawah naungan Dinas Sosial Kalimantan Selatan. Yakni Panti Sosial Tuna Netra (PSTN) Fajar Harapan, Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera, Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Budi Mulia, Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria, dan Panti Sosial Bina Wanita (PSBW) Melati.  Tidak mudah tentunya mengelola Panti-Panti yang tugasnya mengurusi disabilitas, manula, anak terlantar, remaja dan wanita. Namun kelima Panti Sosial UPT Dinas Sosial Provinsi ini, ternyata membuktikan diri mampu melakukannya dengan baik. Hal itu terbukti dengan diberikannya akreditasi terbaik yakni A, oleh Kementrian Sosial kepada 5 Panti Sosial milik Pemerintah Provinsi Kalsel tersebut.

“Sebenarnya penyerahan akreditas A ini akan kami acarakan dengan meriah, berbarengan dengan salah satu kegiatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Siring 0 Kilometer Banjarmasin. Namun ternyata Protokol Menteri sosial sudah membuat rundown acara yang tidak dapat diganggu gugat. Jadilah kami bikin acara sendiri di PSTW Melati dan akreditasi sudah diserahkan kepada 5 pengelola Panti Sosial tersebut,” jelas Kepala Dinas Sosial Kalsel Siti Nuriyani kepada Abdi Persada FM.

Lebih jauh Ani (sapaan akrab Kepala Dinas Sosial Kalsel) menjelaskan, bahwa tugas dari 5 Panti Sosial milik Pemerintah Provinsi itu, sesuai dengan nama yang disematkan. Contohnya PSBR Budi Satria, yang tugasnya memberikan pembinaan dan pelatihan kepada para remaja putus sekolah dari keluarga tidak mampu. Begitu pula PSTW Budi Sejahtera, memberikan tempat atau wadah bernaung bagi para manula yang tidak memiliki keluarga lagi.

“Namun berbeda dengan PSBW Melati. Dulu tugas pokoknya adalah membina dan melatih para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring razia atau dari lokalisasi. Namun sejak lokalisasi ditutup, maka tugasnya berubah menjadi membina dan melatih para wanita rentan sosial ekonomi. Dengan kata lain, membina dan melatih wanita dari keluarga tidak mampu, agar dapat menjadi mandiri dengan memberikan keterampilan yang akan membantu kehidupan ekonomi mereka kedepannya. Seperti menjahit dan tata boga,” urainya.

Untuk dapat menjadi peserta pelatihan di Panti Sosial milik Pemerintah Provinsi khususnya PSBR Budi Satria dan PSBW Melati, syaratnya adalah harus berasal dari keluarga tidak mampu, mendaftar atas keinginan sendiri serta bersedia tinggal di panti selama 6 bulan penuh. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?