15 April 2021

Warga Banjarmasin Diimbau Tidak Gunakan Air Sungai Untuk MCK

2 min read

Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah, saat memberikan himbauan.

BANJARMASIN – Kondisi air Sungai Martapura saat ini masih belum stabil atau layak digunakan oleh warga Kota Banjarmasin. Karena itu, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah menghimbau agar warga kota ini tidak menggunakan air sungai tersebut, untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK). Hal ini dikatakan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, kepada sejumlah wartawan, Selasa (29/10).

“Saat ini kondisi air sungai Martapura, Kota Banjarmasin, masih tidak stabil. Meski di sini hujan, tetapi di daerah hulu tidak,” ucap Hermansyah.

Hermansyah mengatakan, kondisi Sungai Martapura di Kota Banjarmasin berasal dari daerah hulu, sehingga limbah limbah dari kawasan tersebut, mengalir sampai ke kota ini.

“Oleh karena itu, warga Kota Banjarmasin diminta untuk menggunakan air bersih atau air ledeng. Tidak menggunakan air Sungai Martapura, karena kondisinya masih belum stabil,” ujar Hermansyah.

Hermansyah mengatakan, karena belum stabilnya kondisi Sungai Martapura, maka pihaknya meminta warga untuk tidak menggunakan air sungai tersebut.

Sementara itu, tidak hanya warga Kota Banjarmasin yang diminta untuk tidak menggunakan air Sungai Martapura. Para petambak ikan yang berada dikawasan Banua Anyar juga, dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas pada tambak mereka tersebut. Seperti, melakukan penyebaran benih ikan dan lainnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin Lauhem Mahfuzi menyampaikan, saat ini kondisi air di Sungai Martapura khususnya yang berada di kawasan Banua Anyar, tidak dalam kondisi bagus, atau layak untuk melakukan aktivitas tambak ikan.

“Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin meminta kepada petani tambak ikan Banua Anyar, untuk tidak memulai usaha tambak mereka saat ini,” tutur Lauhem.

Karena bisa menyebabkan, ikan ikan mereka bisa mengalami kematian masal kembali.

“Para petani tambak ikan bisa melakukan aktivitas tambak mereka di darat, tidak di sungai,” tandas Lauhem. (SRI/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.