13 April 2021

Razia Seminggu, Polisi Terbitkan 2.190 E Tilang Untuk Pelanggar di Banjarmasin

2 min read

Suasana saat operasi zebra intan berlangsung di jalan Jendral Sudirman Banjarmasin pada Selasa (29/10).

BANJARMASIN РWajah Jali seketika pucat pasi, saat melihat belasan polisi lalu lintas menghadang jalannya menuju tempat magangnya di Universitas Lambung Mangkurat pagi Selasa (20/10). Jali tidak sendiri. Banyak pengendara roda dua lainnya, juga merasa gugup saat melintas di jalan Jendral Sudirman Banjarmasin samping masjid raya Sabilal Muhtadin. Wajar mereka merasa gugup dan takut, karena tidak membawa kelengkapan dokumen berkendara. Jali yang merupakan siswa salah satu SMK di Banjarmasin mengaku, tidak memiliki SIM, dan tidak tahu jika jajaran kepolisian di Kalimantan Selatan khususnya kota Banjarmasin, saat ini tengah menggencarkan razia. Ya, sejak 23 Oktober hingga 5 November 2019 mendatang, ditlantas Polda Kalimantan Selatan menggelar Operasi Zebra Intan dengan fokus utama pada penindakan. Mulai dari pelanggaran lalu lintas, seperti melawan arus dan melanggar lampu lalu lintas. Termasuk juga berkendara tanpa kelengkapan dokumen, peralatan keselamatan, dan juga  menelpon serta masih dibawah umur.

KBO Satlantas Polresta Banjarmasin saat memberikan keterangan pada Selasa (29/10).

Ditemui usai operasi di kawasan jalan Jendral Sudirman Banjarmasin, KBO Satlantas Polresta Banjarmasin Sunaryanto menjelaskan, pada kegiatan Selasa pagi (29/10) itu, pihaknya berhasil menjaring 25 unit kendaraan roda dua tanpa kelengkapan dokumen. Selain itu, 80 surat tilang juga diberikan kepada pelanggar, selama masa razia sekitar satu jam tersebut.

“Seluruhnya akan kami masukkan dalam data e tilang, yang nantinya akan terdata secara akurat, siapa saja yang segera melunasi denda tilang dan yang tidak. Yang tidak segera melunasi, akan mendapatkan sanksi, diantaranya penundaan perpanjangan SIM serta STNK,” jelasnya.

Lebih lanjut Sunaryanto mengatakan, hingga hari keenam pelaksanaan operasi zebra intan di wilayah kota Banjarmasin pada Senin (28/10), sebanyak 2.190 e tilang sudah diterbitkan pihaknya.

“Sebagian pelanggaran yang tercatat itu adalah tidak memiliki SIM, lupa membawa STNK, berkendara tanpa helm, dan juga pengendara di bawah umur. Terkait pengendara di bawah umur ini, pihaknya pun rutin mendatangi sejumlah SMP, untuk mensosialisasikan larangan tersebut,” tutupnya. (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.