13 April 2021

OKP di Batola Mulai Bangkit Kembali

2 min read

Seluruh perwakilan OKP di Batola bersama para pemuda dan pemudi yang mengenakan baju adat saat berfoto bersama.

BARITO KUALA – Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 di Kabupaten Barito Kuala ini dilaksanakan  para pengurus organisasi kepemudaan (OKP) yang terhimpun dalam KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia).

Bupati Noormiliyani AS bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dan Perwira Upacara dilakoni oleh Sekretaris KNPI M. Riva Aditya Pratama, sementar Komandan Upacara ditempati oleh Bendahara KNPI Ade Sofyan Mardan, serta pembaca teks Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928 dilakukan oleh Ketua DPD KNPI Batola Hery Sasmita, selain itu ada Nurul Jannah dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai dirigen lagu, Nur Melinda dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai pembaca teks UUD 1945, Widya Astuti dari AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) sebagai MC, dan Lukmanul Hakim dari AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) sebagai pembaca doa.

Suasana penaikan bendera merah putih dalam acara.

Menariknya upacara yang diikuti para anggota forkopimda, para ketua dan pengurus organisasi wanita, para pejabat eselon II, III, IV, pasukan TNI, Polri, BNNK, Satpol PP, korpri dan pelajar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) , dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini juga menampilkan pasangan muda mudi yang mengenakan busana adat.

Sejumlah pakaian adat beberapa daerah lain di Indonesia ini untuk mencerminkan keberagaman suku, khususnya yang bermukim di wilayah Kabupaten Barito Kuala, di antaranya penduduk asli suku Bakumpai, Banjar, Jawa, Sunda, Madura, Bugis, Bali, dan lainnya.

Bupati Batola Noormilyani AS saat membaca sambutan.

Dalam Sambutan Menteri Pemuda dan olahraga yang dibacakan Bupati Kabupaten Barito Kuala Noormilyani AS mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda yang mengambil tema Bersatu Kita Maju diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam sumpah pemuda bahwa hanya dengan persatuan dapat mewujudkan cita-cita bangsa.

“Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau, yaitu bisa memberikan jaminan kecepatan informasi untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun di sisi lain mempunyai dampak negatif seperti pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme,” ucap Bupati.

Noormiliyani AS juga menyatakan, bahwa pemuda yang tangguh adalah yang memiliki karakter moral dan kinerja, beriman dan bertakwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan tuntas.

“Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan yang mumpuni, serta harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional,” pungkasnya. (RAP/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.