13 April 2021

Ikuti Pelatihan, Wartawan Ekonomi Kalsel Jajal Kemampuan Bikin Mie Dan Kue

2 min read

Peserta pelatihan wartawan menyajikan mie ayam yang berhasil mereka buat.

BANJARMASIN – Forum Wartawan Ekonomi (FWE) Kalsel melaksanakan kegiatan Gathering Media dengan mengambil tema “Wartawan Jadi Pengusaha, Kenapa Tidak?” Kegiatan yang digelar di Bogasari Training Center ini, diikuti 20 wartawan dari media online, cetak, televisi dan juga radio. Para wartawan yang didominasi kaum hawa ini, diajarkan cara membuat mie sehat dan kue coklat keju, yang dibimbing langsung chef berpengalaman dari Boga Sari Training Centre (BTC) Banjarmasin.

Sekretaris FWE Kalsel Arief Rahman menjelaskan, kegiatan semacam ini sengaja digelar untuk menumbuhkan ketertarikan para wartawan kepada dunia bisnis, khususnya di bidang kuliner.
“Kita ingin memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan baru tentang bisnis kuliner
bagi kawan-kawan wartawan di Kalsel. Siapa tau ada diantara mereka suatu saat nanti tertarik untuk menekuninya,” katanya pada Abdi Persada FM Sabtu (26/10).

Ia pun berjanji, kedepannya FWE Kalsel akan terus konsisten menggelar berbagai even yang mengedukasi dan menginspirasi. Hal tersebut sejalan dengan upaya FWE Kalsel untuk ikut berkontribusi dalam mendorong geliat ekonomi di Banua yang lebih baik lagi kedepannya.
“Terimakasih banyak kami ucapkan kepada para mitra kerja, baik pemerintah daerah maupun di sektor swasta yang selama ini sudah konsisten mendukung berbagai even yang FWE Kalsel laksanakan. Semoga kedepannya kita bisa terus berkolaborasi lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Humas Bogasari Jakarta Rudianto Pangaribuan mengatakan, saat ini bisnis kuliner menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan untuk digeluti. Asal kreatif dan dapat konsisten mempertahankan rasa, produk kuliner yang diolah akan mudah diterima oleh pasar.
Ia mengklaim, pihaknya konsisten dalam mendorong hadirnya lebih banyak pengusaha baru di bidang kuliner, salah satunya dengan rutin membuka pelatihan membuat aneka macam kue di Bogasari Training Centre (BTC), yang tersebar diseluruh wilayah di Indonesia.
“Di BTC ini, mereka yang berminat belajar membuat aneka kue, kami latih dengan serius dan dibimbing langsung chef berpengalaman. Banyak sudah alumni BTC ini yang sukses berbisnis kuliner hingga sekarang,” ungkapnya.

mie ayam yang berhasil dibuat para wartawan peserta pelatihan.

Di lain pihak, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) Kota Banjarmasin Rusmin Nuryadin mengaku, siap memberikan pembinaan yang berkelanjutan kepada para wartawan yang nantinya tertarik menekuni bisnis kuliner kedepannya.
Hal ini tentunya sejalan dengan upaya APJI di Kalsel di bawah kepemimpinan H Aftahuddin, yang ingin mencetak lebih banyak pengusaha baru dan tangguh di bidang kuliner. Agar tidak kalah bersaing dengan pebisnis kuliner luar yang banyak masuk ke Kalsel sekarang.

“Bukan hanya pembinaan dalam hal pelatihan saja yang akan kami berikan. Kami juga akan berupaya mencarikan sumber bahan baku baru bagi anggota APJI, agar mereka bisa menjual produknya secara lebih kompetitif,” jelasnya kepada Abdi Persada FM.

kue coklat keju yang berhasil dibuat wartawan peserta pelatihan.

Pada acara yang turut disponsori oleh Bank Kalsel ini, para wartawan langsung terjun ke dapur mengadon mie, dan juga bahan pelengkapnya. Selama kurang lebih 5 jam berkutat di dapur BTC, para wartawan pun berhasil membuat mie sehat tanpa bahan pengawet dan pewarna berbahaya. Begitu juga dengan kue, yang dipraktikkan kali ini adalah kue coklat keju. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.