13 April 2021

Peringati Hari Santri, Paman Birin Bagi Hadiah Umroh

2 min read

Dua dari empat penerima hadiah umroh pada peringatan Hari Santri di masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Kamis (24/10).

BANJARMASIN – Rona kaget bercampur bahagia, seketika terpancar di wajah empat orang yang berhasil menjawab pertanyaan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, saat acara Istighosah dan Kirab Santri dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional tingkat provinsi Kalsel di masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, pada Kamis pagi (24/10). Bagaimana tidak, gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu memberikan hadiah umroh kepada masing-masing dari mereka. Bahkan seorang ustadz dan santri tak kuasa menahan rasa gembira itu, dengan saling berpelukan sebagai tanda syukur mereka berdua mendapatkan hadiah yang tidak disangka-sangka, yakni kesempatan menjalankan ibadah haji kecil tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun.

“Alhamdulillah saya benar-benar tidak menyangka bakal dapat hadiah umroh. Soalnya pertanyaannya tadi gampang sekali, menyebutkan nama gubernur Kalsel saat ini. Semoga Paman Birin mendapat berkah, dan selalu dalam lindungan Allah,” ucap Muhammad Maulana Al Kelayani salah seorang penerima hadiah umroh yang berprofesi sebagai udtadz di salah satu madrasah di Banjarmasin.

Maulana mengaku, tidak memiliki firasat bakal mendapat hadiah luar biasa ini. Namun Ia pernah bermimpi beberapa waktu lalu, berada di depan Baitullah (baca: Ka’bah).
“Dulu sekali saya juga pernah umroh, diberangkatkan orang juga. Alhamdullah, sekarang bakal umroh lagi diberangkatkan Paman Birin,” ujarnya.

Pertanyaan yang diajukan Paman Birin jelang akhir sambutannya pada acara Istighosah dan Kirab Santri pada Kamis pagi (24/10) di halaman masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, memang terbilang mudah. Karena merupakan pengetahuan umum, yang pasti diketahui para santri yang hadir. Yakni mengenai Pancasila, rukun Islam dan rukun Iman. Meski begitu, salah seorang ustadzah sempat gugup menjawab pertanyaan terkait rukun Iman, sehingga memerlukan bantuan dari santriwatinya untuk menjawab secara tepat urutannya. Sayangnya, santriwati yang membantu sang ustadzah tidak mendapat hadiah umroh, namun hanya uang tunai jutaan rupiah.

Sementara itu, tercatat 5 ribu lebih santri dari madrasah dan pesantren yang ada di Banjarmasin dan sekitarnya, diketahui mengikuti kegiatan Istighosah dan Kirab Santri dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional tingkat provinsi Kalsel, pada Kamis (24/10) di masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Peringatan hari santri sendiri adalah setiap 22 Oktober, dimana sudah digelar apel santri di Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Gambut kabupaten Banjar, pada hari itu. Apel dipimpin ketua PW NU Kalsel Abdul Haris Makkie. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.