13 April 2021

Gelar Operasi Zebra Intan 2019, Ini 7 Sasaran Utama Ditlantas Polda Kalsel

2 min read

Kapolda Kalsel (berjalan paling depan) saat memeriksa kesiapan personel untuk operasi zebra intan 2019 pada Rabu (23/10).

BANJARMASIN – Lagi, jajaran ditlantas Polda Kalimantan Selatan menggelar operasi zebra intan di wilayah hukumnya meliputi 13 kabupaten/kota, mulai 23 Oktober hingga 5 November 2019 atau selama kurang lebih dua pekan. Dimana tujuan operasi kali ini, adalah agar terwujud situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar pada lokasi yang rawan kecelakaan. Operasi tersebut, melibatkan ribuan personel gabungan TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, Komunitas Motor Pelopor Keselamatan Berlalu lintas serta Pramuka.

Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Muji Ediyanto mengatakan, operasi zebra intan 2019 akan digelar di beberapa titik ruas jalan. Terutama untuk menyasar pengendara roda empat maupun roda dua yang tidak memiliki SIM, hingga tidak menggunakan helm saat berkendara.”Kami pastikan bahwa operasi kali ini, 80 persennya adalah berupa tindakan tilang. Yakni untuk pengguna motor yang tidak menggunakan helm standar Indonesia, pengendara roda 4 tidak memakai sabuk pengaman atau safety belt, melebihi batas kecepatan, pengemudi kendaraan dalam pengaruh alkohol atau mabuk, menggunakan telepon genggam saat berkendara, pengendara di bawah umur atau pengendara yang belum memiliki SIM, serta pengendara yang melawan arus lalu lintas,” jelasnya kepada wartawan usai kegiatan apel gelar pasukan operasi zebra intan di mapolda Kalsel, pada Rabu (23/10).

Lebih lanjut Muji memastikan, bahwa kendaraan yang over dimensi over loading (ODOL) juga akan menjadi sasaran penindakan selama operasi berlangsung.
“Bahkan electronic traffic law enforcement (ETLE) juga mulai kami berlakukan pada operasi zebra intan kali ini. Sehingga dipastikan tanpa ada kehadiran polisi di lokasi pelanggaran sekalipun, pelanggar akan tetap diberikan surat tilang secara elektronik,” tegasnya.

Sementara itu, menurut Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani, gelar operasi zebra ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, meminimalisir kecelakaan lalu lintas, meningkatkan citra positif pada Polri, serta terwujudnya keamanan, keselamatan, dan kelancaran serta ketertiban dalam berlalu lintas (Kamseltibcarlantas), jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
“Dalam mengatasi permasalahan di dalam lalu lintas tersebut tidak bisa berdiam diri melainkan wajib bertindak, lakukan berbagai upaya. Dalam hal ini menciptakan pemerintahan yang bertanggung jawab dalam membina Kamseltibcarlantas, dengan memberdayakan seluruh stakeholder,” ujarnya.

Kapolda menekankan pedoman agar kepolisian lalu lintas dapat melaksanakan tugas Operasi Zebra dengan profesional.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tunjukkan bahwa anda adalah Polantas yang profesional. Bagi pimpinan lakukan juga pengawasan agar tidak dicederai tindakan tidak terpuji,” ujarnya. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.