13 April 2021

Bayi Penderita Jeune Syndrome Asal Mataraman Dapat Bantuan Dari Para Jemaah Haji Asal Sekumpul

2 min read

dr.Grifan (tengah) saat menyerahkan sumbangan kepada Kepala Dinas Kesehatan Banjar Ikhwansyah (Kanan).

BANJAR – Jeune Syndrome merupakan penyakit yang mengakibatkan penderitanya mengalami kelainan tulang dada yang sempit sehingga mengakibatkan paru-paru tidak leluasa mengembang yang mengakibatkan penderita Jeune Syndrome harus ekstra keras mengerahkan seluruh tenaga untuk bernapas.

Bayi Al Fatih yang berasal dari Kecamatan Mataraman Kabupeten Banjar merupakan bayi pertama di Indonesia yang mengalami Jeune Syndrome sehingga Al Fatih selalu membutuhkan Oksigen tambahan untuk membantu pernapasan dirinya.

Pada Senin (21/10), bantuan dari para Jemaah Haji asal Sekumpul dengan jumlah Rp14.500.000 diserahkan dr. Grifan Rabilah seorang dokter yang bertugas di UPT Karang Intan 2, kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar  untuk membantu biaya pengobatan Bayi Al fatih yang sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Kepada sejumlah Wartawan, dr.Grifan menyampaikan bahwa dirinya tergerak mengumpulkan dana setelah melihat kondisi Al Fatih saat sedang di Jakarta.

“Kebetulan saya kemaren menjadi salah satu dokter pembimbing jamaah haji, dan saya di ajak kepala dinas kesehatan ke acara kementrian kesehatan dan sekalian melihat kondisi Al Fatih. Dari situ saya mencoba mengumumkan ke grup whats app para jamaah haji, dan ternyata banyak yang terketuk hatinya untuk menyumbangkan rejekinya,” ucapnya.

Dr.Grifan mengharapkan dengan sumbangan tersebut dapat meringankan beban keluarga Al Fatih.

“Nanti terserah Dinas Kesehatan Kab Banjar yang mengatur sumbangan tersebut terserah untuk perawatan maupun untuk biaya keperluan keluaraga Al Fatih selama hidup di jakarta,” pungkas dr.Grifan.

Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah menyampaikan, bahwa beberapa hari yang lalu Al Fatih kembali menjalani operasi.

“Usai operasi cucu kita Al Fatih sekarang menjalani rawat jalan, namun satu minggu sekali harus dilakukan pemeriksaan. Jadi kami minta doakan kepada semua Masyarakat agar cucu kita Al Fatih cepat pulih, dan kita juga mengucapkan terimakasih kepada para donator yang telah membantu, Pemerintah kabupaten banjar juga sangat luar biasa membantunya,” ucap Ikhwansyah.

Lebih lanjut Ikhwansyah menyampaikan, setalah Al Fatih dibolehkan pulang ke Martapura nanti, Pemkab Banjar akan mencarikan tempat tinggal yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura, serta menyiapkan satu dokter anak yang khusus untuk memantau perkembanagn Al Fatih.

Untuk diketahui, bayi Al fatih telah mejalani penanganan medis secara intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta sejak 20 Mei 2018 lalu. (MRF/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.