Barito KualaNews

Ini Hasil Uji Lab Debu Batubara yang Resahkan Warga Batola

BARITO KUALA – Rabu (16/10), bertempat di Aula Bahalap Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Kuala. Diselenggarakan acara audiensi mengenai debu batubara yang masuk dalam pemukiman masyarakat, antara Perwakilan Masyarakat Marabahan dan PT Talenta Bumi yang di fasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Barito Kuala. Turut berhadir dalam Acara Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Hasanudin Murad, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Abdul Manaf, dan Ketua DPRD Kabupaten Barito Kuala Saleh.

Hasil laboratorium uji udara dari debu batubara PT Talenta Bumi resmi dibuka kepada khalayak. Dalam audiensi yang dilakukan sore tadi, ada dua daerah yang terbukti tercemar. Untuk Baku Mutu Udara sendiri maksimal 230 poin sesuai Peraturan Gubernur Kalsel Nomor 053 Tahun 2007 dan apabila lebih, berarti tercemar.

Dalam uji coba ada Lima titik yang dilakukan pengecekan antara lain, Desa Bagus 154 Poin, Desa Baliuk 174 Poin, dan Jalan Panglima Wangkang Kelurahan Marabahan Kota. Dan dua daerah lain yang melewati ambang batas tersebut adalah Desa Penghulu dan Basahab Hilir Masjid di Kelurahan Marabahan Kota. Dengan hasil pengujian 241,7 poin. Sedangkan uji udara di Basahab menunjukkan 251,5 poin.

Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala Abdul Manaf saat memimpin audiensi (tengah).

Dalam audiensi Ketua LSM Pusat Pengkajian Pembangunan Daerah Mahali mengatakan, hasil sudah keluar dan yang didapat adalah hal yang sesungguhnya.

“Hasil laboratorium sudah menunjukkan kondisi sesungguhnya dan kami berharap tindakan langsung dari pihak terkait,” ucap H Mahali.

Mahali menambahkan, mereka juga menginginkan lingkungan sekitar tidak lagi terkena dampak serta aman untuk kesehatan.

“Kami juga menginginkan lingkungan sekitar rumah tidak lagi berdebu, sehat dan aman. Kalau soal pembinaan apapun kepada warga sekitar sesuai kewajiban perusahaan, tidak menjadi persoalan,” jelasnya.

Sementara itu Manajer HSE (Health Safety Environment) PT Talenta Bumi Denny Setiawan mengatakan, perusahaannya adalah perusahaan yang legal beroperasi di Marabahan dan apapun isu lingkungan yang ada, akan langsung pihaknya tanggapi.

“Kami berkomitmen kepada regulasi, kami berkomitmen terhadap sesuai pembenahan lingkungan sesuai keinginan masyarakat, dan kami akan terus menaati semua hal yang sesuai aturan sebagai perusahaan yang memiliki izin,” pungkas Denny.

Untuk diketahui poin-poin yang hasil dalam audiensi adalah sebagai berikut, pertama adalah pemasangan springkler atau penyemprot air di sekeliling stockpile. Kemudian poin kedua penyiraman tumpukan batu bara selama 24 jam. Selanjutnya poin ketiga berupa desakan agar PT Talenta tidak menerima batu bara dari perusahaan tambang yang belum melakukan chemical treatment. Poin keempat mengharuskan PT Talenta konsisten menggunakan chemical sebagai salah satu bentuk mengurangi sebaran debu. Berikutnya poin kelima berupa melakukan sampling udara sekali setiap bulan. Sementara poin terakhir dari kesepakatan adalah memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) langsung kepada masyarakat yang terpapar. (RAP/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat