15 April 2021

BPN Batola Fokus Capai Target Tahun 2019

2 min read

Ilustrasi gambar bidang tanah. (Sumber: Google)

BARITO KUALA – Pada tahun 2019, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Barito Kuala mempunyai target untuk mersertifikatkan 5000 bidang tanah di Kabupaten Barito Kuala. Hal tersebut tidak main-main karena dari pihaknya memang berkomitmen untuk dapat memberikan pelayanan terbaik terkait dunia pertanahan kepada masyarakat di Kabupaten Barito Kuala.

Kepada Abdi Persada FM Kepala BPN Batola Ahmad Suhaimi melalui Kepala Seksi  Penataan Pertanahan Muhyar Rifani mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah melakukan 2 kali sidang panitia pertimbangan Reform, yang dilakukan untuk kegiatan retribusi tanah.

“Sidang pertama diselenggarakan pada bulan Juni kemarin dan yang sidangkan ada 959 bidang tanah yang akan disertifikatkan, sedangkan yang kedua diselenggarakan pada bulan Oktober ini tadi dengan jumlah bidang tanah yang akan di sertifikatkan sebanyak 1564 bidang dengan total keseluruhan 2523 bidang tanah. Hal tersebut sudah mencapai 50 persen dari target yang ditentukan. Kegiatan retribusi tanah ini harus ada penyelenggaraan sidang pertimbangan panitia reform agar bisa mengajukan objek dan subyek yang ingin disertifikatkan melalui izin dari kepala daerah setempat. Selain itu kami juga menyertakan tiap instansi terkait yang terkait dalam kegiatan retribusi tanah,” ungkap Muhyar.

Muhyar menambahkan, minggu depan pihaknya akan mengajukan usulan ke Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Selatan agar apa yang sudah pihaknya selenggarakan bisa menjadi bentuk SK. Dan bisa berlanjut ketahap lanjutan.

“Kita harapkan pada bulan November akhir ini adalah sidang terkahir, setelah itu tidak ada sidang lagi sehingga bisa melanjutkan pekerjaan lanjutan lainnya,” pungkas Muhyar

Perlu diketahui pada sidang pertama yang menghasilkan 959 bidang tanah yang akan di sertifikatkan terdiri dari 4 Desa antara lain, Desa Cahaya Baru 157 Bidang, Desa Bayiur 422 Bidang , Desa Patih Selera 320 Bidang, dan Desa Dwipasari 60 Bidang. Sedangkan sidang kedua yang menghasilkan 1564 bidang yang akan di sertifikatkan terdiri dari 8 Desa antara lain,  Desa Balukung 192, Desa Patih Selera 178 Bidang, Desa Dwipasari 100 Bidang, Desa Banyiur 74 Bidang, Desa Mentaren 31 Bidang, Desa Pantai Hambawang 360, Desa Tabungan Pemurus 494 Bidang, Desa Suryakanta 135 Bidang. Dimana riwayat tanah tersebut merupakan tanah yang dikuasai dan dimanfaatkan oleh penggarap yang berasal dari tanah negara yang dikuasai yang sebagian besar dimanfaatkan sebagai pertanian dan perkebunan dan sebagian ada yang sebagai perumahan atau non pertanian. (RAP/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.