13 April 2021

Pemko Banjarbaru Sosialisasikan Revolusi Mental Gerakan Indonesia Bersatu

2 min read

Plt Kepala Bakesbangpol Kota Banjarbaru, Yurlani, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi.

BANJARBARU – Untuk kesekian kalinya Revolusi Mental di gelar di Kalimantan Selatan, salah satunya di Banjarbaru. Demi mengubah karakter warga Indonesia dan keutuhan Indonesia, maka perlu adanya revolusi mental untuk mengubah cara pandang, pikiran, sikap, perilaku, serta dapat menuntun bangsa dalam meraih cita-cita bersama yaitu mencapai tujuan kolektif bernegara seperti memajukan kesejahteraan umum dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Sosialisasi Revolusi Mental Gerakan Indonesia Bersatu yang bertema “Mari Kita Merajut Tali Persatuan dan Kesatuan NKRI” ini dilaksanakan di Aula Besamaan Inspektorat Kota Banjarbaru, Rabu (16/10) pagi. Sosialisasi ini digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjarbaru yang dibuka oleh Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani yang diwakili oleh Asisten I Bidang Administrasi Umum, Fakhruddin.

Sosialisasi ini dihadiri oleh kalangan pesantren, Agama/Penyuluh Agama, Tokoh Masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Kepemudaan, dan Forum-forum yang menjadi mitra kerja.

Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjarbaru, Yurlani yang juga bertindak sebagai narasumber dalam sosialisasi ini kepada Abdi Persada fm menjelaskan, tujuan dari sosialisasi ini ialah menyiapkan dan membentuk mental masyarakat dalam menghadapi krisis kepribadian bangsa, seperti etos kerja, dan sumber daya saat ini.

“Ada ancaman tantangan hambatan dan gangguan yang perlu kita eliminasi bersama, kita hilangkan. Nah disinilah, barangkali nilai pokok dari kenapa perlunya ada Gerakan Revolusi Mental dalam tanda kutip khusus bersatu,” ucap Yurlani.

Menurut Yurlani, gerakan Revolusi Mental ini memang perlu digelorakan untuk memperkuat beberapa hal seperti aspek kejujuran dan keteladanan, sehingga nantinya tidak memberikan pengaruh atau dampak yang buruk, misalnya hal-hal yang tidak sesuai dengan tujuan berbangsa dan bernegara bagi generasi mendatang.

“Agar tetap ada solidaritas berbangsa yang dikehendaki oleh pendahulu kita, nenek moyang kita,” kata Yurlani lagi.

Yurlani menambahkan, berdasarkan survei yang dilaksanakan Lembaga Pertahanan Nasional bahwa ada 34 dari 100 orang warga Indonesia, tidak hafal lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.

“Kan krisis ini kan? Artinya krisis ada hal yang barangkali sudah tergerus atau luntur,” tambahnya.

Untuk diketahui Bakesbangpol Banjarbaru mempunyai rencana, jika kondisi keuangan daerah memungkinkan, maka pihaknya ingin memperkuat bagian di organisasi kemahasiswaan atau kelompok keagamaan. Jadi ada hal-hal kerjasama intelejen yang mungkin akan di perkuat oleh badan ini kedepannya. (EYN/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.