BanjarmasinNewsProvinsi Kalsel

157 Tahun Wafat, Papadah Pangeran Antasari Tetap Lestari

BANJARMASIN – Tahukah Anda, pada 11 Oktober setiap tahunnya di kawasan pemakaman Malkon  Temon Banjarmasin Utara, selalu ada kegiatan upacara yang menyita seluruh ruas jalan di sana. Karenanya, sejak pukul 8 hingga 9 pagi, ruas jalan yang melintasi kawasan pemakaman umum dan komplek pemakaman pahlawan nasional Pangeran Antasari itu, ditutup sementara. Itu pula yang terjadi pada Jum’at (11/10). Sekali lagi, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan menggelar upacara peringatan wafatnya Pangeran Antasari di lokasi itu, yang dipimpin sekretaris daerah provinsi Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie. Turut hadir ketua DPRD Kalsel Supian HK, dan walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Seperti juga pada peringatan tahun-tahun sebelumnya, peringatan wafatnya Pangeran Antasari ke-157 tahun ini, juga kembali membacakan 7 papadah_atau petuah pahlawan nasional tersebut.  Papadah ini disampaikan Pangeran Antasari di hadapan pasukan perang Banjar, demi membakar semangat melawan penjajah Belanda saat itu.

“Namun papadah Pangeran Antasari ini masih dapat diaplikasikan di era sekarang. Terutama papadah “jangan bacakut papadaan” dan “haram manyarah waja sampai kaputing”.

Di era sekarang aplikasinya adalah tetap menjaga persatuan, demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, serta tidak mudah menyerah hingga tercapainya tujuan pembangunan tersebut,” jelas Haris yang juga ketua PBNU Kalsel itu di hadapan wartawan, usai memimpin upacara peringatan wafatnya Pangeran Antasari di Malkon Temon Banjarmasin Jum’at pagi (11/10).

Selain membacakan papadah Pangeran Antasari, Sekdaprov Kalsel juga memimpin ziarah di makam pahlawan nasional ini dengan meletakkan karangan bunga, tabur bunga dan juga memberikan tali asih kepada keluarga dan ahli waris Pangean Antasari. Tak lupa pula, tabur bunga juga dilakukan di makam pahlawan Ampera Hasanuddin HM, yang juga berada di komplek pemakaman yang sama dengan Pangeran Antasari. (RIW/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat