12 April 2021

Pasca Hujan di Kalsel, Status Darurat Diturunkan Menjadi Siaga Karhutla

2 min read

Gubernur Kalsel saat memberikan keterangan kepada wartawan.

BANJARMASIN – Selama beberapa hari di awal Oktober 2019 ini, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan sudah mulai diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Tak hanya sebentar, beberapa kali hujan mengguyur lumayan lama, sehingga menyegarkan udara yang semula terasa kering dan terik, karena pengaruh musim kemarau kering yang melanda Kalsel. Dampak lain dari hujan, adalah padamnya sejumlah titik api di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan Kalsel. Apalagi, karena tingginya kejadian karhutla yang berdampak kabut asap di Kalsel pada 23 September lalu, pemerintah provinsi akhirnya menaikkan status siaga menjadi darurat selama 14 hari. Namun setelah hujan turun, statusnya dikembalikan lagi ke siaga sejak 7 Oktober lalu.

Soal status siaga karhutla ini, dibenarkan oleh gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, saat ditemui wartawan di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin pada Rabu (9/10). Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu mengatakan, hujan yang mengguyur wilayah Kalsel beberapa hari terakhir sangat membantu proses pemadaman titik api. Terutama di lahan rawa, dan juga sulit dijangkau satgas darat.

“Alhamdulillah hujan sudah mulai turun di Kalsel. Tapi hujannya belum terjadi secara teratur, dan rutin. Karena itu kita masih terus melaksanakan kesiapsiagaan karhutla, namun statusnya diturunkan dari darurat menjadi siaga. Status siaga ini diberlakukan sampai akhir Oktober nanti,” jelasnya.

Meski masih berstatus siaga karhutla, namun Paman Birin juga mengingatkan seluruh daerah rawan banjir di Kalsel, untuk bersiap-siap terhadap ancaman bencana banjir. Apalagi sejumlah wilayah di Kalsel, menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba.

“Nah saat ini kita juga harus mulai mewaspadai ancaman banjir,  seiring dengan turunnya hujan. Ini menjadi pertanda bahwa musim hujan akan segera datang. Mulai sekarang, harus ada pemetaan wilayah mana yang rawan, agar nantinya antisipasi bencana dapat dilaksanakan lebih dini,” tegasnya. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.