Barito KualaNews

Isbath Nikah Terpadu Batola, Ringankan Masyarakat Untuk Dapatkan Dokumen Negara

BARITO KUALA – Kamis (10/10), Pemerintah Kabupaten Barito Kuala bersama Pengadilan Agama Marabahan dan Kementrian Agama Kabupaten Barito Kuala menyelenggarakan acara penyerahan produk pelayanan terpadu isbath nikah berupa penetapan pengadilan agama, dokumen kependudukan dan buku nikah di Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala, bertempat di Aula Balai Latihan Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan. Turut berhadir dalam acara Bupati Kabupaten Barito Kuala Noormiliyani AS, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Barito Kuala Jakuinuddin, Ketua Pengadilan Agama Marabahan Rusdiana, dan Kepala Kementrian Agama Kabupaten Barito Kuala Rusbandi.

Bupati Batola, Noormiliyani AS, saat memberikan sambutannya.

Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Barito Kuala Noormiliyani AS menyampaikan, keperluan identitas di masyarakat saat ini sangat tinggi. Terutama permintaan pelaksanaan pelayanan Isbath Nikah banyak berasal dari masyarakat tidak mampu. Sehingga Pemerintah Daerah memandang pelaksanaan Isbath Nikah menjadi Urgent untuk melaksanakan pelayanan terpadu Isbath Nikah. Hal ini menjadi salah satu bentuk pelayanan prima Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Kuala.

“Pelayanan terpadu tentunya memangkas biaya, mendekatkan pelayanan pemerintah pada masyarakat, serta memudahkan masyarakat menerima pelayanan,” ucap Noormiliyani.

Ia menambahkan, Isbath Nikah sendiri adalah permohonan pengajuan nikah agar disahkan secara hukum. Isbath Nikah dilaksanakan karena belum menikah secara resmi di hadapan Negara, juga karena kasus hilangnya akta nikah atau bahkan ketidaktahuan bahwa nikah harus dicatat di pengadilan Agama.

“Saya sangat berterimakasih kepada Pengadilan Agama Marabahan maupun Kalimantan Selatan. Selain di Alalak, di Tabunganen dan Kecamatan lain akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Pelaksanaan Isbath Nikah ini sangat penting, terutama kebutuhan administrasi anak-anak pian nanti. Baik untuk sekolah, mencari kerja maupun permasalahan warisan. Surat Nikah ini merupakan dokumen Negara yang penting dimiliki oleh setiap warga Negara Indonesia,” jelasnya lagi.

Sementara itu Rusdiana Kepala pengadilan Agama Marabahan menjelaskan, acara ini merupakan kelanjutan MoU Gubernur Kalimantan Selatan dengan Pengadilan Agama Banjarmasin dan Pengadilan Agama Kalimantan Selatan lalu, yang kemudian Bupati langsung menyambut baik program ini dengan menandatangani MoU pada 2 September 2019 lalu. Program Isbath Nikah terpadu ini akan membantu masyarakat kecil di pedesaan yang telah menikah namun belum memiliki akta nikah. Sehingga dikemudian hari bisa mengurus akta kelahiran anak mereka.

“Ini merupakan program Pengadilan Agama Marabahan dalam mendukung Batola Setara, Setara dengan Kabupaten lainnya,” jelas Rusdiana.

Lebih lanjut Rusdiana menjelaskan, sebelumnya ada 43 yang mengajukan permohonan, lalu yang dikabulkan hanya ada 31 pasangan, padahal ada 32 pasangan namun 1 pasangan yang ditolak karena status perceraiannya belum jelas karena akta perceraiannya belum ada. (RAP/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat