BanjarmasinNewsProvinsi Kalsel

Paman Birin Raih Penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka

BANJARMASIN – Mengenakan pakaian putih dan peci hitam serta selendang Sasirangan di leher, wajah Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor terlihat bahagia saat menerima piagam penghargaan dari Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarief Bando di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin pada Rabu (9/10). Pemberian penghargaan ini dilaksanakan di sela kegiatan rapat koordinasi perpustakaan se Kalsel, yang dilaksanakan dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi Kalsel. Kali ini, penghargaan apa lagi yang diterima gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu? Penghargaan bernama Nugra Jasadharna Pustaloka itu, diberikan kepada Paman Birin karena dedikasi dan sumbangsihnya terhadap pengembangan perpustakaan, dan pembudayaan kegemaran membaca di Indonesia, yang sudah dilakukannya selama menjabat sebagai gubernur Kalsel.

Kepada wartawan, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarief Bando menuturkan, ada 2 gubernur lainnya di Indonesia yang mendapat penghargaan yang sama dengan Paman Birin, pada kategori pejabat publik. Yakni gubernur Jawa Barat dan gubernur Sumatera Selatan, serta sejumlah bupati/walikota. Ketiganya dianggap tepat mendapatkan penghargaan tersebut.

“Sesuai Undang-undang pemerintah daerah, disebutkan bahwa salah satu yang harus menjadi perhatian daerah adalah pengembangan perpustakaan didaerahnya masing-masing. Ketiga gubernur ini, sudah melakukan 3 hal penting untuk pengembangan perpustakaan, yakni dari segi penambahan sarana prasarana, sumber daya manusia serta dari sisi anggaran,” jelasnya.

Menanggapi pemberian penghargaan ini, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengaku sangat berterima kasih, dan menganggap ini sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah pusat atas upaya dan kerja keras provinsi Kalsel selama ini, untuk memajukan minat baca.

“Kedepannya kita akan terus berinovasi untuk mengembangkan perpustakaan ini hingga ke daerah pelosok. Karena kita sangat menyadari bahwa, sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya adalah ditentukan dari tingginya minat baca. Dengan membaca maka banyak ilmu yang didapat. Ingat, harta akan habis diwariskan. Tetapi ilmu akan menjadi warisan yang abadi bagi anak cucu kita,” ujarnya. (RIW/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat