BanjarmasinNews

Di Banjarmasin, Tambak Ikan di Sungai Tidak Diperbolehkan

Kadis LH dan Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tinjau Tambak Banua Anyar

BANJARMASIN – Pasca matinya ikan secara massal di tambak ikan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, akhirnya mendapatkan perhatian langsung dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Mukhyar serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin Lauhem Mahfuzi.

Kedua kepala dinas di Pemko Banjarmasin ini, secara bersamaan melakukan pemantauan terhadap kondisi tambak dan perairan dikawasan tambak Banua Anyar, Rabu (9/10).

Kepala Dinas Ketahan Pangan, Pertanian dan, Perikanan Kota Banjarmasin Lauhem Mahfuzi menyampaikan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh pihaknya, penyebab dari kematian ikan di tambak tersebut, dikarenakan kekurangan oksigen dalam air.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada petani tambak ikan setempat, untuk tidak memasukan ikan dalam keramba terlalu banyak.

“Selain itu, pemberian pakan ikan juga jangan terlalu banyak, mengingat pakan yang terbuang dapat menyebabkan, berkurangnya kadar oksigen di dalam air,” ucap Lauhem.

Lauhem mengatakan, jenis ikan yang mengalami kematian massal ini, berupa jenis bawal sungai atau bawal air tawar.

Dalam kesempatan tersebut, Lauhem juga mengatakan, untuk mengantisifasi kejadian matinya ikan secara massal bagi petani tambak ikan Banua Anyar, maka pihaknya menyarankan kepada para petani tersebut, untuk tidak menebarkan bibit ikan terlalu padat atau banyak dalam satu keramba. Begitu juga, dalam pemberikan pakan ikan, tidak boleh terlalu banyak. Menyebabkan, berkurangnya oksigen dalam air.

Lauhem mengatakan, namun, tidak semua petani tambak ikan yang mau mengikuti, saran dari penyuluh mereka. Karena, petani hanya memikirkan keuntungan yang akan mereka peroleh.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Mukhyar menyampaikan, kondisi sungai di Kota Banjarmasin saat ini semakin tercemar dengan matinya berton ton ikan di tambak Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, dalam sepekan ini.

Menurut Mukhyar, pencemaran sendiri dapat dilihat pada saat dilakukan peninjauan dikawasan tambak ikan Banua Anyar. Air semakin menguning dan berbau.

“Seharusnya, di kawasan sungai tidak diperbolehkan adanya aktifitas tambak ikan. Karena, dapat menyebabkan pencemaran lingkungan,” ucap Mukhyar.

Mukhyar mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin akan mencari cara, untuk mengalihkan tambak tambak ikan yang ada di sungai ke darat.

“Kejadian matinya ikan secara massal ini merupakan kejadian yang berulang, kasihan para petani ikan tersebut, yang mengalami kerugian,” ujar Mukhyar.

Oleh karena itulah, lanjut Mukhyar, pihaknya akan mencarikan solusi untuk para petani tambak tersebut. (SRI/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat