BanjarmasinNews

Aturan Larangan Ada, Pengurangan Sampah Plastik di Banjarmasin Hanya 3 Persen

BANJARMASIN – Sejak ditetapkannya, aturan larangan penggunaan kantong plastik di Kota Banjarmasin. Serta, penggunaan tumbler dilingkungan sekolah, dan kantor Pemko Banjarmasin. Ternyata, pengurangan sampah hanya berkisar 3 persen saja.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Marzuki, mengatakan berdasarkan data jakrasda neraca sampah per Juli 2019, untuk produksi sampah plastik mencapai 21,72 persen. Sedangkan, pada tahun 2018 lalu produksi sampai mencapai  19,38 persen. Dari total produk sampah 600 ton per hari di Kota Banjarmasin.

Sedangkan, lanjut Marzuki, pada komposisi sampah plastik data DLH menyebutkan, hanya mencapai 12 persen dari total produksi sampah di Kota Banjarmasin. Sedangkan, tahun lalu mencapai 15 persen.

“Terjadi kenaikan dan penurunan pada produksi sampah plastik di Kota Banjarmasin,” ucap Marzuki.

Menurut Marzuki, dari komposisi total produksi sampah tersebut, dapat terlihat pergerakkan penurunan produksi sampah plastik, sejak Pemerintah Kota Banjarmasin memberlakukan aturan pelarangan penggunaan kantong plastik di toko modern dan ritel, serta program penggunaan tumbler di kalangan ASN dan pelajar di Kota Banjarmasin, sekitar 2 – 3 persen.

Marzuki mengatakan, rincian dari komposisi produksi sampah di Kota Banjarmasin. Yakni, sampah basah yang terbanyak 55,89 persen. Kemudian terbanyak selanjutnya sampah tekstil dengan jumlah 14,93 persen, sisanya sampah kulit karet 1,63 persen, kaca dan keramik 2,71 persen, logam 1,36 persen, kertas 9,39 persen, kayu 0,64 dan sampah lain-lain  0,68 persen.

“Sampah basah atau rumah tangga masih mendominasi produksi sampah di Kota Banjarmasin,” pungkas Marzuki. (SRI/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat