Barito KualaNews

Anyaman Purun  Berpotensi Besar Untuk Tingkatkan Ekonomi Kalsel

BARITO KUALA – Selasa (8/10), bertempat di Aula Bahalap Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan acara pelatihan teknologi proses, desain, dan divertifikasi produk anyaman Sekalimantan Selatan di Marabahan Kabupaten Barito Kuala. Turut berhadir dalam acara yaitu Sekretaris Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan Hasan Talaohu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Barito Kuala Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor serta menghadirkan instruktur dari tenaga ahli yang bergerak dalam bidang kerajinan Provinsi DI Yogyakarta Teguh Heriyanto dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai cara pemanfaatan sumber daya atau bahan baku secara optimal.

Acara ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari 13 Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan.

Dalam Sambutannya Sekretaris Dewan Kerajinan National Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan Hasan Talaohu mengatakan, para pengrajin harus meningkatkan kreatifitas dan mencari informasi dengan memanfaatkan teknologi serta harus sabar dalam belajar agar bisa menciptakan kerajinan anyaman purun yang berkualitas.

“Persoalannya sekarang adalah bagaimana keinginan yang kuat dari para pengrajin untuk bekreatifitas dengan memanfaatkan teknologi, dan informasi yang ada agar menghasilkan sesuatu yang berkualitas. Saya yakin apabila tekun dalam proses 5 atau 10 tahun lagi pasti sudah ada pengrajin yang bisa berhasil,” ucap Hasan dengan semangatnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan Raudhatul Jannah dalam sambutannya yang di bacakan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Barito Kuala Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor mengatakan, produk kerajinan anyaman purun merupakan kerajinan khas Kalimantan Selatan.

“Produk anyaman purun merupakan salah satu kerajinan khas dan unggulan di Provinsi Kalimantan Selatan. Yang perlu terus di tingkatan daya saingnya agar bisa menjadi daya tambah yang berarti baik untuk para pengrajin dan kesejahteraan Kalimantan Selatan, usaha produk kerajinan anyaman tidak hanya terbatas pada produk keperluan rumah tangga, namun bisa juga bisa menjadi keperluan ekslusif seperti produk aksesoris dalam dunia fashion agar bisa menjadi produk dengan nilai jual yang tinggi,” jelas Raudhatul Jannah.

Usai acara secara khusus Saraswati mengatakan, saat ini produk dipasarkan dalam acara pameran-pameran.

“Saat ini belum bisa menerima order yang besar, karena ada kendala di bahan baku,” ungkap Saraswati

Sementara itu Raudhatun Nadia yang merupakan salah satu Pengurus Dekranasda Kabupaten Barito Kuala di bidang Pembinaan dan Pelatihan mengatakan, saat ini memang dari anak muda kurang berminat dalam kesenian untuk membuat kerajinan anyaman purun.

“Kawula muda kita memang kurang tertarik karena pengerjaan ini perlu waktu dan proses panjang, tapi kami tidak putus semangat untuk menarik mereka agar mau melestarikan anyaman purun dengan mengadakan pelatihan-pelatihan baik dengan metode tradisional dan moderen,” jelas Nadia

Hal senada juga di katakan Teguh Heryanto, salah satu tenaga ahli yang bergerak dalam bidang kerajinan Provinsi DI Yogyakarta. Menurutnya, saat ini purun dapat dibilang terlambat untuk berkembang.

“Untuk saat ini mungkin belum karena banyak orang yang kurang familiar dengan yang namanya purun, karena harus cerdas dalam membuat desain, tapi kedepannya apabila dikelola dari dini kedepannya bisa saja bersaing dengan brand lain misalnya brand tas yang ada di luaran,” ungkap Heryanto. (RAP/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat