13 April 2021

2020, Saatnya Sensus Penduduk Lagi

2 min read

Maskot sensus penduduk 2020 yang ada di ruangan khusus BPS Kalsel.

BANJARBARU – Siap-siap, 9 bulan lagi akan ada petugas berseragam mendatangi rumah-rumah kita, untuk meminta data pribadi. Ya, mereka adalah petugas sensus penduduk. Aktivitas yang hanya dilaksanakan dalam 10 tahun sekali ini, akan kembali digelar pada 2020 nanti. Tepatnya pada Juli 2020, setiap rumah penduduk yang ada di Nusantara ini, akan disinggahi petugas untuk melakukan pendataan atau pencacahan terkini yang diperlukan. Mulai dari data tingkat pendidikan, status pernikahan, penghasilan serta jumlah anggota keluarga yang menghuni di satu rumah.  Namun terkadang, petugas ini juga terkendala repotnya menemui pemilik rumah, yang tidak ada di tempat saat didatangi. Bahkan saat didatangi kembali pada sore atau malam hari. Karena alasan itulah, sensus penduduk 2020 juga akan menggunakan pendataan secara online, yang dimulai pada Februari – Maret 2020.

Menurut Kabid IPDS Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan Dudi Barmana, pendataan secara online ini dipastikan memudahkan para pekerja yang sibuk dalam kesehariannya, untuk meluangkan waktu mengisi data pribadi demi sensus penduduk tersebut.

“Saat ini teknologi sudah sangat maju kan, dan kita ingin memanfaatkan hal itu. Yakni dengan menerapkan pendataan secara online. Jadi mereka yang super sibuk, dan tidak memiliki banyak waktu di rumah, tidak perlu menunggu didatangi petugas untuk disensus secara resmi, namun cukup membuka site sensus.bps.go.id maka otomatis mereka sudah terdata,” jelasnya di hadapan wartawan yang hadir pada jumpa pers bulanan di BPS Kalsel pada Selasa (1/10).

Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki konektivitas internet, akan didata oleh petugas yang datang langsung ke rumah mulai Juli 2020.

“Pendataan langsung oleh petugas juga tetap dilaksanakan, khususnya untuk mendata mereka yang belum masuk dalam data kependudukan, dan belum melakukan pendataan secara online. Dengan begitu, seluruh lapisan masyarakat, dipastikan terdata pada sensus pendudukan 2020 nanti,” harap Dudi.

Lebih lanjut Dudi mengatakan, bahwa pelaksanaan sensus tahun depan juga merupakan langkah penghimpunan satu data sebagai acuan bagi pemerintah untuk menjalankan program pembangunannya di Indonesia. Terutama untuk program pemberian bantuan bagi masyarakat miskin.

“Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data, nantinya tidak ada lagi perbedaan data statistik yang akan jadi acuan pemerintah, dalam menjalankan program pembangunan. Mengingat selama ini, masih ada perbedaan yang cukup siginifikan terkait data kependudukan yang dimiliki BPS dengan instansi lain. Seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, maupun Dinas Sosial, yang menyebabkan kerancuan pada saat data diperlukan untuk penyaluran bantuan,  atau keperluan lainnya,” tutupnya. (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.