13 April 2021

November 2019, Pondasi Jembatan Sei Alalak Ditarget Rampung

2 min read

Proyek pembangunan jembatan Sungai Alalak di lihat dari ketinggian.

BANJARMASIN – Tahun 2019 masih menyisakan 3 bulan lagi untuk dijalani, dan ini menjadi pemicu tersendiri bagi sejumlah pihak yang memiliki target kerja yang harus diselesaikan hingga akhir tahun nanti. Salah satunya PT Wijaya Karya (WIKA), dengan kewajibannya menyelesaikan pembangunan pondasi jembatan Sungai Alalak, penghubung Banjarmasin-Batola. Apalagi pekerjaan pondasi ini sempat terkendala lambannya proses pengalihan utilitas milik PDAM dan PLN di lokasi jembatan, serta musim hujan yang memperlambat pekerjaan. Namun seiring dengan musim kemarau kering yang berlangsung sejak Juli, dan puncaknya pada Agustus-September, maka pekerjaan pun dapat dikejar pelaksanaannya.

Kepada Abdi Persada FM, pejabat pembuat komitmen (PPK) jembatan Sungai Alalak Andika Mulrosha mengakui, musim kemarau sangat membantu pekerjaan jembatan, yang saat ini fokus pada bagian pondasi. Mengingat kondisi tanah yang tidak begitu berair, membuat proses penggalian hingga pengeboran berjalan mulus.

“Saat ini progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 50 persen. Fokus kontraktor adalah pada bagian bor pile bentang utama jembatan. Dari 52 titik bor pile yang harus dikerjakan, 27 titik sudah dapat diselesaikan hingga September ini. Baik dari sisi Banjarmasin maupun sisi Batola. Kami target November ini selesai proses pengerjaan, dengan total anggaran 137 miliar rupiah,” jelasnya.

Andika berharap, musim hujan yang akan segera berlangsung di wilayah Kalimantan Selatan pada Oktober ini, tidak langsung terjadi dengan intensitas tinggi. Harapannya, agar pekerjaan pondasi tidak terganggu, dan target pekerjaan berikutnya dapat terkejar.

“Kami memproyeksikan pekerjaan selanjutnya dapat dikerjakan pada Desember ini, atau paling lambat pada awal tahun 2020,  yakni untuk pembangunan bentang utama jembatan. Dan saat ini pihak kontraktor dan konsultan masih membahas, soal titik awal pengerjaan. Apakah dari sisi Banjarmasin atau Batola. Mengingat desain jembatan ini menggunakan sistem cable stayed atau melengkung, yang lebih rumit dari jembatan pada umumnya. Jembatan ini adalah jembatan pertama di Indonesia, yang menggunakan sistem melengkung ini,” tambahnya.

Pembangunan jembatan Sungai Alalak dengan panjang 850 meter ini, dimulai secara resmi pada April 2019 lalu, dan ditargetkan selesai dibangun pada 2021 nanti. Jembatan dengan biaya pembangunan sebesar 287 miliar rupiah ini, digadang-gadang akan menjadi ikon wisata baru di kota Banjarmasin maupun Batola, karena bentuknya yang unik yakni memakai sistem cable stayed atau melengkung. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.