13 April 2021

Lagi, Ribuan Mahasiswa Demo Lanjutan Tolak RKUHP

2 min read

Pimpinan dan Anggota DPRD Kalsel berdialog dengan mahasiswa.

BANJARMASIN – Ribuan mahasiswa menggelar demo lanjutan untuk menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di depan kantor DPRD Kalsel Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin (30/9). Dari jas almamater yang mereka kenakan, para peserta aksi berasal dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin (Uniska) dan berbagai Universitas lainnya di Kalsel yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kalsel dan Aliansi Gelombang Rakyat Kalsel.

Mereka menyampaikan beberapa tuntutan kepada Anggota Dewan, diantaranya yakni menuntut pemerintah untuk segera menerbitkan Perpu KPK, menuntut pihak yang terkait untuk melakukan perombakan dan pengkajian ulang terhadap RUU KUHP yang dinilai bermasalah secara terukur serta didasarkan dengan aspirasi rakyat, menolak RUU Pertanahan dan mendesak pemerintah bersama DPR RI untuk melakukan pembahasan ulang dengan membawa aspirasi masyarakat kecil, mendesak pemerintah untuk segera membentuk lembaga independen pelaksana reforma agraria nasional untuk penyelesaian konflik agraria yang terjadi serta menuntut pertanggungjawaban atas terluka bahkan gugurnya peserta aksi di beberapa titik daerah se Indonesia.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut stop kriminalisasi aktivis dari segala sektor dan menuntut pihak berwajib untuk menghukum dengan tegas para oknum yang bertanggung jawab, stop kekerasan terhadap jurnalis dan kriminalisasi pers serta usut tuntas pelanggaran HAM dan stop militerisme, diskriminasi dan tindakan represif terhadap saudara-saudara di Papua.

Sementara itu, Pimpinan Definitif DPRD Kalsel yang baru saja diambil Sumpah/Janjinya yakni Ketua DPRD Kalsel, Supian HK didampingi Wakil Ketuanya M. Syaripuddin memberikan apresiasi terhadap aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa.

“Kami akan sampaikan tuntutan mahasiswa ini ke DPR RI di Jakarta,” janjinya.

Demo mahasiswa dikawal ketat oleh sejumlah petugas Kepolisian dan TNI. Aksi yang berlangsung hampir 2,5 jam tersebut berlangsung damai dan kondusif. (NRH/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.