15 April 2021

Bupati Tabalong: Saatnya Kalsel Kelola Kilang Minyak Mini

2 min read

bupati Tabalong saat memberikan keterangan kepada wartawan di Banjarmasin pada Jum'at (27/9).

BANJARMASIN – Ternyata, sudah sejak dua tahun lalu, kabupaten Tabalong mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui SKK Migas, agar dapat membangun kilang minyak mini di kabupaten tersebut. Alasannya adalah demi efesiensi, mengingat pengolahan minyak yang selama ini bersumber dari Tabalong, harus terlebih dulu dikirim ke Kalimantan Timur, sebelum dikembalikan lagi ke Kalimantan Selatan. Apalagi pipa-pipa penyalur minyak dari Tabalong ke Kalimantan Timur, sudah berusia tua dan tidak pernah diganti sejak zaman Belanda. Dari sisi keamanan, tentunya juga sangat berisiko dan membahayakan. Wajar jika kemudian bupati Tabalong Anang Syakhfiani mengusulkan, agar Kalsel memiliki kilang minyak sendiri.

“Dua tahun lalu saya sudah mengusulkan kepada pemerintah, agar dibangun kilang minyak mini di Tabalong. Apalagi saat itu kesempatan untuk membangun, sangat besar, melalui BUMD. Namun usulan itu sampai saat ini masih belum dapat tanggapan serius dari pemerintah pusat,” ujar Bupati Tabalong kepada wartawan di Banjarmasin, saat menghadiri seminar strategis nasional bertema Optimalisasj Peran Pemda dalam Pengelolaan Kekayaan Alam Minyak dan Gas Bumi, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin pada Jum’at (27/9).

Masih menurut Anang, pengelolaan kilang minyak itu dapat diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) gabungan dari berbagai kabupaten dan provinsi Kalimantan Selatan. Hal itu seiring dengan kandungan minyak dan gas bumi, yang juga dimiliki kabupaten lainnya di Kalsel selain Tabalong.
“Setahu saya, tidak hanya Tabalong yang punya minyak. HSU, Batola dan juga Kotabaru punya kandungan minyak dan gas bumi di bawah tanahnya. Tentunya jika seluruh kabupaten ini bersatu dan juga pemerintah provinsi membentuk BUMD, maka akan optimal pengelolaan kilang minyak itu nantinya. Namun rupanya pemerintah masih belum percaya BUMD mampu melakukannya,” ujarnya dengan nada kecewa.

Perlu diketahui, dalam sehari produksi minyak mentah kabupaten Tabalong mencapai 3.000 – 3.500 barel per hari. Minyak mentah ini harus menempuh jarak 240 kilometer menuju Kalimantan Timur, untuk proses pengolahan. Pengiriman dilakukan melalui pipa-pipa yang dibangun sejak zaman Belanda, untuk kemudian nantinya dikirim kembali ke Kalsel, melalui transportasi tongkang ke Banjarmasin. Selanjutnya barulah minyak yang sudah disuling itu, dibagikan ke-13 kabupaten/kota di Kalsel. Sungguh sangat tidak efisien, dan juga sangat membahayakan masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar pipa penyalur minyak mentah. Karena itulah, usulan pembangunan kilang minyak mini adalah salah satu solusi tepat mengatasi persoalan tersebut. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.