15 April 2021

Mahasiswa Tuntut Kinerja Pemerintah, Ini Jawaban Gubernur Kalsel

3 min read

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, saat menghadapi mahasiswa.

BANJARBARU – Aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan, menggelar aksi demo di depan Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan, Selasa (24/9).

Ratusan mahasiswa yang merupakan gabungan dari berbagai universitas di Kalimantan Selatan ini, melakukan aksi di mulai sekitar jam 10.00 WITA, dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Ditemui langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, mereka mempertanyakan mengenai upaya yang sudah di lakukan pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, terhadap penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang selama ini terjadi.

“Pencegahannya seperti apa? Datanya mana?,” tanya mahasiswa sambil berteriak lantang.

Gubernur Kalimantan Selatan yang didampingi oleh kepala BPBD dan kepala dinas kehutanan mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan upaya maksimal dalam pencegahan ini, dirinya pun sudah meminta kepala daerah di kabupaten/kota untuk turut serta dalam melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan ini.

“Saya, selaku Gubernur, sudah menyampaikan peraturan pemerintah, dan turun langsung ke lapangan, kemudian semua kekuatan yang dimiliki, kita upayakan semaksimal mungkin turun kelapangan, bahkan kami di lokasi kebakaran hingga subuh, dan Alhamdulillah titik api bisa diatasi,” jelas Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.

“Namun demikian, penanggulangan ini tidak bisa di selesaikan oleh pemerintah saja, adik-adik hari ini (red; Selasa) adalah sebuah bentuk perjuangan, yang mana kita sama-sama ingin melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara tuntas,” tambahnya.

“Apakah bencana ini murni merupakan kebakaran hutan dan lahan atau ada unsur kesengajaan dan bentuk kontrak politik,” kembali mahasiswa mempertanyakan.

Sembari duduk, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang juga di dampingi oleh Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, menjawab dengan tenang, bahwa bencana ini merupakan murni merupakan faktor alam, namun bagi oknum yang melakukan pembakaran secara sengaja sudah ditindak oleh satuan tugas hukum.

Sementara itu Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana Jaya menjelaskan, pelaku pembakaran hutan dan lahan khususnya di Banjarbaru, pihaknya sudah menindak tegas dengan empat orang yang sudah di amankan.

“Hingga saat ini, di Banjarbaru saja, sudah ada empat orang yang diamankan, satu orang sudah dilimpahkan ke kejaksaan, sedangkan tiga lainnya sudah masuk proses lidik, sudah di naikkan ke proses penyidikan, dan nantinya di tetapkan sebagai tersangka, karena sudah ada barang bukti dan saksinya sengaja membakar,” ujarnya.

Aksi demo yang berlangsung sekitar empat jam ini, diakhiri dengan penandatanganan tujuh petisi oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diminta oleh para mahasiswa. Adapun tujuh petisi tersebut adalah:

  1. Berkomitmen, tidak ada lagi membuka lahan sawit dan tidak ada pembukaan lahan untuk kepentingan sawit pribadi.
  2. Menuntut pemerintah daerah bertindak serius dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang tengah terjadi di Kalimantan Selatan.
  3. Menuntut pemerintah daerah dan pusat melakukan pengawasan secara berkala, serta mencegah kebakaran terhadap lahan gambut atau lahan yang rentan terbakar agar kebakaran hutan dan lahan tidak jadi even tahunan.
  4. Menuntut pemerintah daerah untuk menyediakan tenaga medis dan obat-obatan di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan dan lahan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, mengenai penyakit yang datang dari akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.
  5. Menuntut Presiden Jokowi, mencopot jabatan Pangdam, Kapolda dan Danrem, jika tidak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan, tindakan tegas dan usut tuntas para pembakaran hutan dan lahan sesuai UUD 1995 termasuk PT ABS Tala dan PT ADL Batola.
  6. Berkomitmen untuk mundur sebagai Gubernur Kalimantan Selatan, apabila tidak ada tindak lanjut dari sikap aliansi mahasiswa Kalimantan Selatan dalam jangka waktu dua minggu.
  7. Menuntut Gubernur Kalimantan Selatan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk wajib memberikan santunan kepada masyarakat yang terkena dampak asap dan dibuktikan dengan dokumentasi di media. (ASC/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.