13 April 2021

Buka Pameran Perumahan Terbesar, Ini 3 Pesan Paman Birin Untuk Pengembang di Kalsel

2 min read

gubernur Kalsel (jaket biru bertopi) melakukan pemotongan pita di pintu masuk areal REI Expo ke-15 tahun 2019.

BANJARMASIN – Pemukulan gong sebanyak 5 kali oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, menjadi penanda dimulainya pameran perumahan dan properti terbesar di Kalimantan Selatan, REI Expo ke-15 tahun 2019, pada Rabu sore (25/9) di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin. Pameran yang berlangsung hingga 29 September ini, diikuti 37 pengembang di Kalimantan Selatan, serta luar provinsi. Diharapkan selama pameran berlangsung, terjadi transaksi hingga sebesar 50 miliar rupiah, atau naik 10 miliar rupiah dibanding target tahun lalu. Target ini dinilai tidak berlebihan, mengingat ada sejumlah pengembang dari pulau Jawa, yang menawarkan properti untuk kalangan high end.

gubernur Kalsel (jaket biru bertopi) berfoto bersama walikota Banjarmasin (batik coklat) dan ketua REI Kalsel (paling kanan) usai membuka secara resmi REI Expo ke-15 tahun 2019 pada Rabu (25/9) di Banjarmasin.

Dalam sambutannya sesaat sebelum memukul gong, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyambut baik digelarnya pameran perumahan ini. Karena dapat memudahkan masyarakat untuk melihat dan membeli properti yang diinginkannya, semua dalam satu tempat. Apalagi properti yang diperlihatkan atau dipamerkan di tempat ini, sebagian besar merupakan karya Urang Banua. Sehingga menurut gubernur, sudah seharusnyalah Urang Banua membeli properti karya Urang Banua. Apalagi perumahan karya pengembang lokal, juga tidak kalah dari segi kualitas.

“Kalo tidak berkualitas, istilahnya menyupani Urang Banua. Jadi saya pastikan semuanya membangun dengan menggunakan bahan bangunan berkualitas. Namun saya ingin mengingatkan para pengembang, agar tidak membangun rumah di atas sungai, ataupun menutup aliran sungai. Karena sungai menjadi urat nadi sebagian besar penduduk di Kalsel, terutama Banjarmasin. Dan yang paling utama, adalah tidak membuka lahan untuk perumahan dengan cara membakar. Ini penting, karena provinsi Kalsel merupakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan,” tegas Paman Birin (sapaan khas gubernur Kalsel).

gubernur Kalsel (jaket biru bertopi) saat meninjau salah satu stand peserta REI Expo ke-15 tahun 2019 di Banjarmasin pada Rabu (25/9).

Menanggapi pesan Paman Birin ini, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kalsel Royzani Syahril mengatakan, bahwa pihaknya tidak mungkin membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat cara itu, sangat membahayakan bagi proyek mereka sendiri.

“Untuk membuka lahan, kami biasanya melakukan dengan cara yang dibenarkan secara aturan, diantaranya dengan melakukan pembersihan dan pengurukan tanah. Kalo dengan membakar, justru dapat membakar bangunan rumah yang sudah ada. Sementara kami sangat menjaga bangunan rumah yang sudah eksis, agar dapat segera ditempati dengan aman dan nyaman oleh penghuninya. Selain itu, sebelum membangun kami juga sudah mengurus segala perizinan yang diwajibkan, agar tidak ada kendala kedepannya,” jelas Roy. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.