13 April 2021

Kabut Asap, Disdikbud Kalsel Instruksikan SMA/SMK di Banua Libur

2 min read

Kadisdik Kalsel, M. Yusuf Effendie.

BANJARMASIN – Hampir setiap pagi di seluruh wilayah di kabupaten/kota di Kalsel diselimuti kabut asap. Kondisi ini berdampak terhambatnya beragam aktivitas dan perekonomian masyarakat. Pekatnya kabut akibat kebakaran hutan dan lahan ini mengganggu arus lalu lintas baik darat, sungai maupun udara karena menghambat pandangan pengemudi, nakhoda hingga pilot.

Meski pemerintah sudah melakukan beragam upaya untuk penanggulangan kabut asap, namun belum mampu mengurangi pekatnya kabut. Kondisi ini dikhawatirkan berimbas terhadap dunia pendidikan di banua karena serbuan asap juga menyasar hingga ke sekolah-sekolah.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, Muhammad Yusuf Effendie menginstruksikan semua SMA/SMK di Kalsel meliburkan siswanya jika terpapar asap dalam kondisi parah.

“Sebenarnya kita sudah menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada Kepala SMA/SMK di Kalsel. Bagaimana kebijakan dan arahan kita menyikapi kabut asap sudah tergambar dengan eksplisit di dalam surat tersebut,” katanya.

Kebijakan dan arahan tersebut, menurut Yusuf, antara lain para siswa dan tenaga pengajar melakukan aktivitas baik di dalam maupun di luar sekolah harus menggunakan masker. Tidak membakar sampah di lingkungan sekolah. Ia juga meminta pihak sekolah berperan aktif dalam pemadaman, apabila terjadi kebakaran lahan di sekitar lingkungannya.

“Kalau kabut asap terjadi, pihak sekolah bisa mempertimbangkan derajat kepekatannya. Jika tidak terlalu parah, maka diperkenankan siswa bisa masuk pada mata pelajaran ketiga. Namun ketika kabut asap semakin pekat maka dibolehkan untuk meliburkan sekolah. Tetapi tergantung situasi dan kondisi setempat,” jelasnya.

Namun, Yusuf mengaku hingga saat ini belum ada laporan dari lembaga pendidikan dibawah binaan Disdikbud Kalsel yang sudah terdampak. Ia berharap pihak sekolah untuk selalu koordinasi agar tidak mengalami masalah.

Yusuf menambahkan bagi sekolah yang terpaksa harus meliburkan anak didiknya akibat serangan kabut asap agar tetap menyesuaikan pelajaran yang tertinggal, paska persoalan kabut ini reda. Ia berharap bencana ini segera berlalu sehingga tak mengganggu dunia pendidikan di Banua. (NRH/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.