13 April 2021

Setahun Pasca HPS, Ini Kabar Terbaru dari Jejangkit

2 min read

Gubernur Kalsel (lima dari kiri memakai baju kaos) saat syukuran panen padi di Jejangkit Batola pada Rabu (18/9).

BARITO KUALA – Masih ingatkah dengan Jejangkit? Setahun lalu desa ini banyak diperbincangkan jelang peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) pada Oktober 2018. Hal itu karena pembukaan lahan rawa besar-besaran yang dilakukan pemerintah provinsi Kalimangan Selatan yang dipimpin langsung Gubernur Sahbirin Noor, untuk diubah menjadi lahan pertanian. Ribuan hektar lahan rawa diolah sedemikian rupa, agar dapat ditanami padi. Awalnya banyak yang pesimis, proyek ini akan berjalan mulus, mengingat kondisi keasaman lahan rawan di lokasi ini. Apalagi beberapa waktu setelah HPS berlalu, tidak terdengar kabar lagi dari desa Jejangkit soal kesuksesan program HPS. Tapi setahun kemudian, tepatnya pada Rabu (18/9), sekali lagi pemerintah provinsi Kalimantan Selatan dapat membuktikan, dengan optimisme dan kerja keras, akhirnya panen di lahan rawa itupun terwujudlah. Panen itu dilaksanakan di lahan seluas kurang lebih 2 hektar, yang dilakukan langsung Paman Birin (sapaan khas gubernur Kalsel) didampingi wakil bupati Batola Rahmadian Noor, serta unsur Forkopimda Kalimantan Selatan.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel Syamsir Rahman mengakui, bahwa panen di lahan rawa Jejangkit ini adalah sukses yang tertunda, namun dipastikan ini adalah sebuah keberhasilan program HPS yang kemudian diteruskan menjadi program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI).

“Panen kali ini adalah yang kesekian kalinya, karena sebelumnya Paman juga sudah melakukan panen di areal sekitar posko beliau, masih di lokasi ini. Hari ini giliran di titik ini, kita panen padi di lahan seluas 2 hektar. Bahkan pada hari ini, kita tidak hanya memanen saja, tetapi juga melakukan persemaian benih dan juga panen ikan lele,” jelas lelaki yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Kalsel tersebut.

Masih menurut Syamsir, panen ini juga sekaligus mematahkan pesimisme beberapa pihak, yang menganggap Jejangkit adalah program gagal. Sebaliknya, lahan seluas 330 hektar di desa ini sudah berhasil ditanami, dan siap dipanen.

“Setelah panen di titik ini, selanjutnya titik lain juga menunggu untuk dipanen. Bahkan panen di tempat ini tidak kenal musim, dan terjadwal akan terus panen hingga Desember nanti,” urainya.

Gubernur Kalsel (tengah memakai topi hitam dengan logo berwarna kuning di tengah) saat memanen ikan lele di Jejangkit pada Rabu (18/9).

Syukuran panen padi di lahan Jejangkit kali ini dihadiri ratusan siswa dari sejumlah SMA dan SMK sekitar Jejangkit. Tak hanya memanen padi jenis Impara 2 dengan tingkat produktivitas diperkirakan mencapai 6 ton per hektar, di lokasi yang sama Paman Birin juga menyempatkan memanen ikan Lele yang bibitnya baru disemai sekitar beberapa bulan lalu. Hal ini membuktikan, bahwa lahan rawa Jejangkit tidak hanya cocoa untuk menanam tanaman pertanian, tetapi juga untuk budidaya perikanan. Seperti Lele, Haruan dan Papuyu. (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.