15 April 2021

Panen di Jejangkit, Paman Birin Jajal Alsintan Canggih

2 min read

Gubernur Kalsel (di belakang kemudi) saat mengoperasikan alsintan untuk memanen padi di Jejangkit pada Rabu (18/9).

BARITO KUALA – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang biasa disapa Paman Birin, adalah sosok yang dikenal masyarakat Kalimantan Selatan sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat. Bahkan tak jarang, Paman Birin dengan mudahnya membaur dengan masyarakat, yang tanpa rasa ragu dan segan merangkul mereka. Dalam beberapa kesempatan, Paman Birin juga tidak segan turun tangan langsung terjun ke lapangan berkotor-kotor, bukan untuk mendapatkan simpati atau pencitraan semata, akan tetapi murni berasal dari kepribadiannya yang selalu ingin dekat dengan rakyatnya. Hal itu pula yang terlihat pada acara Syukuran Panen Padi di Desa Jejangkit Batola pada Rabu (18/9). Dengan penampilan santai, Paman Birin yang mengoleskan pupur dingin (bedak basah khas Kalsel) diwajahnya, tanpa ragu langsung turun ke areal persawahan untuk melakukan panen. Tidak cukup sampai disitu, gubernur lulusan UNISKA ini pun, menjajal kemampuannya mengoperasikan alat mesin pertanian (alsintan) Combine Harvester  dengan didampingi sejumlah teknisi serta Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel Syamsir Rahman, Paman Birin pun sempat melakukan panen di satu lajur petak lahan seluas 2 hektar.

Kepada wartawan, Gubernur Sahbirin Noor mengaku bangga dengan kegiatan panen di Jejangkit pada Rabu (18/9), karena adanya penggunaan alsintan canggih, yang dipastikan memudahkan kerja petani memanen lahan milik mereka.

Gubernur Kalsel (di belakang kemudi) saat mengoperasikan alsintan untuk memanen padi di Jejangkit pada Rabu (18/9).

“Penggunaan alat ini persis seperti di Jepang, yang dapat memudahkan petani melakukan panen. Selain kerja mereka menjadi lebih ringan, penggunaan alat ini juga mencegah lahan bekas panen dari ancaman kebakaran,” jelasnya.

Lebih jauh Paman Birin menjelaskan, mengapa penggunaan  alsintan Combine Harvester dapat mencegah lahan bekas panen dari ancaman kebakaran lahan, khususnya pada musim kemarau kering seperti saat ini.

“Alat ini memotong batang padi hingga mendekati akarnya, sehingga lahan habis panen menjadi lebih bersih. Kondisi ini tentunya menghindarkan lahan dari ancaman kebakaran, apalagi cuaca kering seperti saat ini sangat mudah memicu munculnya api. Sedikit saja terpercik api, sisa panen berupa jerami dapat langsung terbakar,” ujarnya.

Gubernur Kalsel (posisi turun dari alsintan) usai melakukan panen di Jejangkit pada Rabu (18/9).

Selain itu, pemanfaatan alsintan ini juga dapat menghemat waktu petani, untuk menyelesaikan panen di areal pertanian yang luas. Sebab alat ini dapat langsung memisahkan gabah dari batangnya, sekaligus memotong batang padi dalam satu waktu sekaligus.  (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.