BanjarmasinNewsProvinsi Kalsel

Kabut Asap Pekat, Waspadai ISPA

BANJARMASIN – Dalam dua pekan terakhir, kondisi cuaca disebagian besar wilayah Kalimantan Selatan memburuk. Kabut asap pekat mulai menyelimuti sebagian kawasan yang rawan kebakaran hutan dan lahan. Diantaranya kota Banjarbaru, kabupaten Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala dan juga kota Banjarmasin yang berada di tengah-tengah 4 kabupaten/kota tersebut. Bahkan kabut asap ini sudah menyebabkan tertundanya jadwal penerbangan di bandara Syamsudin Noor dalam beberapa hari terakhir ini. Yang paling parah, pekatnya kabut asap akibat karhutla ini juga memicu meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), terutama di kawasan rawan karhutla.

Data dinas kesehatan provinsi Kalimantan Selatan menyebutkan, bahwa terjadi peningkatan kasus ISPA hingga 60 persen, dalam sebulan terakhir, tepatnya saat titik api meluas dan kabut asap makin pekat

Hal itu diakui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Muhammad Muslim kepada wartawan, usai mengikuti kegiatan sholat hajat agar terhindar dari bencana karhutla dan kebakaran pemukiman, pada akhir pekan lalu di halaman masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Muslim mengatakan, dalam 9 bulan terhitung sejak Januari hingga pertengahan September 2019 ini, tercatat 30.000 kasus ISPA yang dilaporkan terjadi diseluruh wilayah Kalimantan Selatan.

“Itu semua akumulasi dari Januari sampai pertengahan September. Namun khusus kasus ISPA yang disebabkan kabut asap, jumlahnya yang dilaporkan mencapai 2.500. Terutama di kota Banjarbaru, Banjar, Tanah Laut dan Batola,” ujarnya.

Seiring dengan peningkatan kasus ISPA akibat kabut asap ini, maka menurut Muslim, pihaknya pun menggencarkan kegiatan pembagian masker kepada masyarakat, terutama pengguna jalan yang paling terkena dampaknya.  Selain itu, pihaknya juga membagikan makanan tambahan kepada ibu hamil dan balita, sebagai asupan vitamin untuk pencegahan penyakit

“Sampai pertengahan September ini, kami sudah membagikan 50.000 masker kepada masyarakat. Khususnya di daerah rawan karhutla. Tapi selain kami, juga ada pihak lainnya yang turut membagikan masker. Seperti polisi, TNI dan juga swasta. Biasanya sudah ada koordinasi dengan mereka, agar tidak terjadi pembagian di lokasi yang sama,” tutupnya. (RIW/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat