13 April 2021

Hingga September 2019, Kerugian Akibat Kebakaran Pemukiman di Kalsel Capai 63 M Lebih

2 min read

Suasana saat sholat hajat terhindar dari musibah karhutla dan kebakaran pemukiman di Kalsel akhir pekan lalu di masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

BANJARMASIN – Data dinas sosial provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan,  terhitung sejak Januari hingga pertengahan September 2019 ini,  sudah terjadi 211 kali kebakaran pemukiman di Kalimantan Selatan. Jumlah ini belum termasuk dua kejadian kebakaran di kota Banjarmasin dan Banjarbaru, pada dua hari terakhir. Dari jumlah kasus kebakaran itu, kejadian terbanyak terjadi di kota Banjarmasin hingga 46 kali kebakaran, termasuk kebakaran besar di Alalak Selatan yang menghanguskan 64 bangunan rumah, dan menyebabkan 222 jiwa kehilangan tempat tinggal. Di posisi kedua ditempati kabupaten Banjar sebanyak 21 kali kebakaran, dan 19 kali kebakaran di Hulu Sungai Utara. Akibat kejadian ini, jumlah kerugian yang diderita korban mencapai total 63 koma 87 miliar rupiah, dan tercatat 2.579 jiwa terkena dampaknya.

Terkait tingginya kasus kebakaran pemukiman hingga September tahun ini, maka Gubernur Sahbirin Noor pun mewanti-wanti agar masyarakat lebih berhati-hati menjaga lingkungan tempat tinggalnya, agar terhindar dari salah satu bencana sosial ini.

“Arus pendek listrik sering dituding menjadi penyebab kebakaran, khususnya di Banjarmasin dan sekitarnya. Karena itu saya menghimbau, agar pemilik rumah mengecek kembali jaringan kabel listriknya. Kalau memang sudah tua, lebih baik diganti, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan”, jelas gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

Lebih jauh Paman Birin juga meminta agar kegiatan siskamling di kampung-kampung kembali digiatkan. Tujuannya tidak lain, untuk menjaga lingkungan tetap aman termasuk dari ancaman kebakaran pemukiman.

“Yang namanya musibah, tidak dapat diprediksi kapan datangnya. Seperti kebakaran di Alalak Selatan yang terjadi pada dinihari, saat banyak orang masih terlelap tidur. Karena itu perlu ada giliran jaga malam, agar peringatan bencana dapat disampaikan secepat mungkin, dalam kondisi apapun,” tutupnya.

Dari 211 kejadian kebakaran yang terdata di Kalimantan Selatan itu, sebanyak 696 bangunan rumah dinyatakan rusak total, 29 rusak berat dan 84 rumah rusak ringan. Sementara itu, dari 2.579 jiwa yang terkena dampak kebakaran pemukiman itu, 5 orang diantaranya meninggal dunia. Tiga orang korban berasal dari kasus kebakaran di Hulu Sungai Utara, dan masing-masing satu korban meninggal dunia pada kejadian kebakaran di Tabalong dan Barito Kuala. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.