13 April 2021

FESYAR KTI 2019: Kesultanan Banjar Beri Gelar Galuh Niaga Mayangsari Untuk Deputi Gubernur BI

2 min read

Prosesi tapung tawar deputi gubernur BI, yang disaksikan gubernur Kalsel (kedua dari kiri baju sasirangan) pada Jum'at (13/9).

BANJARMASIN -Jum’at pagi (13/9) ada suasana berbeda di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Terlihat banyak tamu laki-laki menggunakan baju khas Banjar, dengan laung di atas kepala mereka masing-mqsing. Beragam warga pakaian dan laung yang mereka kenakan. Ada yang kuning, hijau dan merah. Setiap kedatangan para tamu di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin ini, disambut meriah dengan keseniannya Hadrah. Di dalam gedung juga ada tatanan yang tidak biasa. Di tengah panggung berdiri pelaminan adat khas Banjar, dan didepannya tersaji wadai 41 macam dan nasi Astakona. Usut punya usut, ternyata di tempat ini berlangsung upacara tapung tawar serta pemberian gelar Urang Banjar kepada seorang tamu luar daerah. Siapakah Dia? Dia adalah deputi gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi, yang hadir di Banjarmasin dalam rangkaian Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESYAR KTI) tahun 2019. Prosesi tapung tawar dipimpin ketua Dewan Mahkota Kesultanan Banjar Pangeran Gusti Rusdi Effendi, dan disaksikan gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor serta pimpinan ponpes Darul Hijrah. Sang deputi gubernur BI itu kemudian diberi gelar Gusti Niaga Mayangsari.

Usai menyaksikan pemberian gelar Urang Banjar kepada deputi gubernur BI tersebut, kepada wartawan gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengaku, sangat mengapresiasi langkah kantor perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan memasukkan unsur budaya Banjar, pada gelaran FESYAR KTI tahun 2019.
“Dengan begini para tamu yang berasal dari kawasan timur Indonesia menjadi tahu, sebagian dari budaya Urang Banjar. Salah satunya adalah tapung tawar ini. Bahkan tadi BI juga sudah mengajak para tamu ke pasar terapung Lok Baintan juga. Kami sangat berterima kasih atas peran BI turut melestarikan budaya Banjar, dan memajukan sektor pariwisata di Kalsel,” ujar gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

Lebih lanjut gubernur berharap, dengan adanya even FESYAR KTI di Banjarmasin ini, maka sektor langkah provinsi Kalimantan Selatan untuk lepas dari ketergantungan pada sektor pertambangan batubara dapat segera terwujud, digantikan sektor lainnya. Salah satunya adalah ekonomi kreatif melalui Syariah Expo yang digelar di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin, dan juga sektor pariwisata.
“Kita tahu bersama bahwa batubara adalah sumber daya alam tidak terbarukan, dan suatu waktu dapat saja habis. Sudah waktunya perekonomian Kalsel bergantung pada sumber daya terbarukan. Seperti pertanian dan juga pariwisata. Even yang digelar BI ini adalah salah satu langkah dukungan konkrit dari stakeholder, mendukung kebijakan pemerintah provinsi tersebut,” ujarnya.

Seperti diketahui, mulai 12 hingga 14 September 2019, kita Banjarmasin menjadi lokasi berlangsungnya FESYAR KTI tahun 2019, yang menghadirkan 19 kantor perwakilan BI dari kawasan timur Indonesia.

Selain menggelar seminar, forum group discussion serta bedah buku, FESYAR KTI juga menghadirkan Syariah Expo di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin. Acara ini menampilkan sejumlah produk UKM binaan 19 kantor perwakilan BI dari kawasan timur Indonesia. Termasuk juga kalangan ponpes dan UKM di Kalimantan Selatan. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.