BanjarmasinNews

City Sanitasi Summit XIX Ramaikan Peringatan HUT Kota Banjarmasin Ke-493

Anggota AKKOPSI Walikota dan Bupati Se Indonesia Akan Berhadir

BANJARMASIN – Pada pelaksanaan  peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 493, akan berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Kali ini, akan diramaikan dengan pelaksanaan City Sanitasi Summit XIX dimana Kota Banjarmasin sebagai tuan rumah. Hal ini terungkap pada saat press conference menjelang pelaksanaan peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin dan City Sanitation Summit XIX di Kota Banjarmasin, serta Apeksi Inklusi, di Rumah Anno Siring Piere Tendean, Rabu (11/9).

Dalam press conference Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan, pada pelaksanaan Hari Jadi Kota Banjarmasin tahun ini akan berbarengan dengan pelaksanaan City Sanitation Summit yang akan dihadiri 492 lebih Walikota dan Bupati Se Indonesia.

“Kehadiran mereka ini, sekaligus nantinya, akan menghadiri perayaan Puncak Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin di Balaikota Banjarmasin, pada 24 September 2019 mendatang,” ucap Ibnu.

Menurut Ibnu, pada pelaksanaan City Sanitation Summit di Kota Banjarmasin ini, akan membahas isu-isu tentang pengelolaan sanitasi atau pengelolaan air limbah.

Pada pertemuan City Sanitation Summit di Kota Banjarmasin akan menghasilkan, deklarasi dalam bentuk, dokumen yang akan disampaikan pada pelaksanaan Sanitasi Nasional yang akan di buka oleh Presiden pada bulan Oktober mendatang.

Sementara itu, Direktur eksekutif AKKOPSI Josrizal Zain mengatakan, AKKOPSI ini didirikan oleh 6 kota di Indonesia salah satunya kota Banjarmasin.

“Tugas utama dari AKKOPSI, untuk mempengaruhi kepada walikota di Indonesia, agar lebih perduli terhadap pengelolaan terhadap sanitasi,” ujar Josrizal.

Menurut Josrizal, Pemerintah menargetkan, 100 persen air minum, 100 persen pengelolaan sanitasi, dan 0 persen untuk kawasan kumuh. Inilah yang harus dicapai oleh Pemerintah di daerah.

Josrizal mengatakan, walikota dan bupati yang perduli terhadap sanitasi ini, maka indeks manusianya akan lebih baik. Jika, dibandingkan dengan daerah lainnya.

Kota Banjarmasin ini, lanjut Josrizal merupakan salah satu contoh kota yang berhasil memberikan layanan 99 persen untuk layanan air bersih. Sehingga, hanya tinggal 1 persen saja yang tidak terlayani. Selain itu, Kota Banjarmasin juga menjadi salah satu kota yang dianggap berhasil dalam pengelolaan sampah dan sanitasinya.

Selain itu, Kota Banjarmasin memiliki truk penyedot tinja, disamping itu kota ini juga memiliki PDAM yang berhasil memberikan layanan air minum, Kota Banjarmasin memiliki Perusahaan Air Limbah satu satunya di Indonesia selain di DKI Jakarta.

“CSS di Kota Banjarmasin ini menjadi tempat walikota dan bupati berkumpul, untuk saling bertukar informasi tentang pengelolaan sanitasi di daerah mereka masing masing,” tandas Josrizal. (SRI/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat