15 April 2021

Pengelolaan Sampah di Banjarmasin Semerawut

1 min read

Kondisi pengelolaan sampah dikeluhkan.

BANJARMASIN – Kali ini permasalahan sampah di Kota Banjarmasin mendapatkan sorotan dari mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Banjarmasin. Mahasiswa ini menilai pengelolaan sampah masih semerawut. Hal ini disampaikan Ketua Cabang Organisasi Pergerakan Islam Indonesia Kota Banjarmasin Latif, pada saat menggelar aksi demo di DPRD Kota Banjarmasin, pada Senin (9/9).

Latif menyampaikan, hal ini berdasarkan hasil kajian pihaknya.

“Pemerintah Kota Banjarmasin dinilai dianggap belum mampu mengelola dan memanajemen kebersihan di kota ini,” ucap Latif.

Hal tersebut terbukti, lanjut Latif, dengan kondisi tempat tempat penampungan sementara yang kecil, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Kota Banjarmasin.

“Kondisi tersebut tentunya sangat mengganggu warga Kota Banjarmasin, dengan adanya sampah yang berserakkan di pinggir jalan dan sekitar pemukiman warga,” ujarnya.

Latif juga menyampaikan, jika saat ini Kota Banjarmasin merupakan kota penyumbang sampah terbesar di provinsi Kalimantan Selatan. Dengan, sumbangan sampah sebanyak 500 – 600 ton per harinya.

“Dengan kondisi produksi sampah yang banyak tersebut, tentunya membuat tata ruang kota dan jalan menjadi kumuh, dan tidak nyaman bagi penduduk kota ini,” tuturnya lebih lanjut.

Latif mengatakan, tingginya produksi sampah di Kota Banjarmasin ini, tentunya tidak sesuai dengan visi dan misi Kota Banjarmasin Baiman atau Barasih Wan Nyaman.

“Kami berharap Pemerintah Kota Banjarmasin segera mengatasi permasalahan persampahan tersebut,” pungkas Latif. (SRI/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.