NewsProvinsi Kalsel

Jelang FESYAR KTI, BI Kalsel Gelar Jumpa Pers Lintas Provinsi

BANJARMASIN РKemajuan teknologi benar-benar terbukti dapat menyatukan orang-orang yang terpisah ribuan kilometer, tanpa harus bertemu di satu lokasi secara fisik. Kemajuan teknologi inilah yang dimanfaatkan Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Selatan, untuk melakukan jumpa pers dengan mengundang sejumlah wartawan dari Kawasan Timur Indonesia (KTI). Mulai dari kawasan pulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Maluku dan Maluku Utara serta Nusa Tenggara Barat dan Timur, semuanya dapat hadir pada jumpa pers yang digelar di kantor perwakilan Bank Indonesia Kalsel di Banjarmasin. Melalui media video conference, semuanya dapat dengan mudah menyimak keterangan yang disampaikan kepala KPw BI Kalsel Herawanto, terkait kesiapan Kalsel menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESYAR KTI) tahun 2019. Bahkan mereka pun antusias mengajukan pertanyaan, hingga membuat Herawanto bersama jajarannya kewalahan, menentukan daerah mana yang lebih dulu dapat mengajukan pertanyaan. Hingga jelang berakhirnya video conference pun, masih ada beberapa  wartawan luar Kalsel berebut mengajukan pertanyaan.

Dalam keterangannya, Kepala KPw BI Kalsel Herawanto menjelaskan, penyelenggaran FESYAR KTI tahun ketiga kali ini di Kalsel, dijabarkan dalam 6 kegiatan utama. Yakni seminar dan FGD,  kuliah umum dan talk show, bedah buku, pentas dan lomba seni, pameran seni dan pameran, Tabligh Akbar serta Shariah Fair.

“Khusus Shariah Fair di Duta Mall ini, akan ada 30 UMKM binaan KPw BI diseluruh wilayah KTI yang ikut serta. Termasuk juga ponpes, UKM Kalsel serta perbankan di provinsi ini turut serta selama 3 hari kegiatan mulai 12 hingga 14 September 2019,” jelasnya

Dalam penjelasannya, Herawanto menjelaskan bahwa tema yang diusung FESYAR KTI tahun ini adalah BERGERAK BERSAMA EKONOMI SYARIAH, sejalan dengan penunjukkan Kalsel sebagai tuan rumah karena latar belakang budaya Islam yang kental di daerah ini.

“Tema tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi syariah kedepannya, agar mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, khusus di kawasan timur Indonesia,” harapnya. (RIW/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat