13 April 2021

Resmi Dimulai, OPS Patuh Intan 2019 Target Pelanggar Aturan Lalu Lintas

2 min read

Kapolda Kalsel (kiri) saat meninjau peserta apel gelar pasukan Operasi Patuh Intan 2019 pada Kamis (29/8).

BANJARMASIN – Dalam beberapa hari terakhir ini, jajaran kepolisian di Kalimantan Selatan tengah gencar-gencarnya menggelar razia kendaraan bermotor. Salah satunya yang sempat terpantau Abdi Persada FM pada Selasa sore (27/8) di jalan Ahmad Yani kilometer 5,5 Banjarmasin. Razia yang digelar di halaman kantor SAMSAT Banjarmasin itu, menyasar pengendara roda dua yang tidak taat aturan. Benar saja, banyak pengendara yang merasa tidak membawa kelengkapan surat berkendara, menepi sebelum titik lokasi razia hanya untuk menghindari tilang yang diberlakukan. Itu untuk kegiatan razia yang belum dilaksanakan secara terpadu, sudah banyak pengendara yang “ketakutan” saat melihat polisi berkumpul di satu lokasi. Lalu bagaimana jika kegiatan razia itu dilaksanakan secara serentak?

Ya, mulai 29 Agustus hingga 11 September 2019, selama 14 hari penuh jajaran Polda Kalimantan Selatan melaksanakan Operasi Terpadu bersandi Patuh Intan 2019.  Sasaran razia difokuskan pada titik rawan kecelakaan, rawan pelanggaran dan kemacetan demi menciptakan lalu lintas tertib. Sedangkan objek yang menjadi sasaran adalah semua pengendara, baik roda dua maupun roda empat.

“Dengan adanya operasi semacam ini, terbukti dalam kurun waktu 2017 – 2018, tingkat kecelakaan lalu lintas di Kalsel mengalami penurunan. Tahun 2018, tercatat hanya ada 13 kejadian, menurun 18,75 persen dibanding tahun 2017 dengan 16 kejadian,” ucap Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Intan 2019 di mapolda Kalsel pada Kamis pagi (29/8).

Yazid mengungkapkan, secara umum pelanggaran lalu lintas di Kalsel didominasi masalah kelengkapan surat kendaraan bermotor, penggunaan safety belt (sabuk pengaman) bagi pengemudi dan penumpang kendaraan roda empat, pelanggaran rambu dan marka jalan, serta melawan arus.

“Pengemudi yang menggunakan handphone saat berkendara juga menjadi sasaran operasi kita kali ini, begitu juga pengendara yang mengkonsumsi alkohol, serta pengendara di bawah umur,” tambahnya.

Data Polda Kalsel menyebutkan, jumlah korban kecelakaan lalu lintas dengan kondisi luka berat pada 2018 hanya 5 orang saja, atau turun 50 persen dibanding 2017 dengan korban 10 orang. Begitupula, pelanggaran lalu lintas di tahun 2018, sebanyak 17.296 orang, atau turun 7.943 orang setara agregat 31 persen dibanding tahun 2017 sebanyak 25.236 orang.

Selama tahun 2018, jumlah tilang tercatat 9.939 lembar, dan surat teguran sebanyak 7.354 lembar. Jauh menurun tajam dibanding tahun 2017, dengan jumlah tilang sebanyak 15.360 lembar, dan teguran sebanyak 9.876 lembar. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.