13 April 2021

Peralihan Kewenangan SNAKMA Pelaihari Jangan Sampai Pengaruhi Kualitas Pendidikan

1 min read

Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo.

BANJARMASIN – Peralihan kewenangan Sekolah Pertanian Pembangunan (SNAKMA) Pelaihari dari Dinas Perkebunan dan Peternakan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel diharapkan tidak berdampak terhadap kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Mengingat kegiatan pendidikan SNAKMA Pelaihari sendiri tidak sama dengan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) sederajat.

Kepada wartawan, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo mengaku kuatir peralihan kewenangan ini berdampak terhadap kualitas pendidikan SNAKMA Pelaihari.

“Pasalnya, kegiatan pendidikan di sekolah pertanian tersebut tidak sama dengan SMA/SMK di Kalsel. Sehingga dari sisi anggaran tidak bisa disamakan,” katanya.

Oleh karena itu, beberapa waktu lalu, Komisi II DPRD Kalsel meninjau ke SNAKMA Pelaihari. Imam mengungkapkan kekuatiran mereka terbukti karena Disdikbud Kalsel tidak mungkin mengistimewakan kegiatan pendidikan di SNAKMA Pelaihari. Namun, menurutnya, ada beberapa hal yang bisa diperjuangkan kedepan untuk mengatasi hal itu.

“Mungkin ada dana-dana alokasi khusus dari Kementerian Pendidikan untuk SNAKMA Pelaihari,” harapnya.

Selain itu, Imam menambahkan Gubernur Kalsel sudah menyetujui pendirian Politeknik Peternakan di SNAKMA Pelaihari. Dari luasan 80 hektar nanti yang dikelola SNAKMA Pelaihari seluas 20 hektar yaitu 10 hektar yang ada bangunan sekarang dan 10 hektar untuk kegiatan penunjang.

“Selebihnya akan diserahkan kepada Kementerian Pertanian untuk pendirian Politeknik Peternakan. Jika sudah masuk ke ranah Kementerian maka pembiayaannya bersumber dari APBN. Dengan demikian diharapkan terjadi peningkatan kualitas pendidikan tetapi tidak membebani APBD kita,” pungkasnya. (NRH/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.