15 April 2021

5.000 Ekor Ayam, Habis Diserbu Warga Dalam 3 Jam

2 min read

Tumpukan ayam segar yang dipasarkan saat OP daging ayam di Sungai Andai Banjarmasin pada Kamis (29/8).

BANJARMASIN – Jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WITA, namun ratusan warga yang didominasi kaum ibu, sudah memenuhi halaman panti asuhan Al Hidayah Sungai Andai Banjarmasin pada Kamis pagi (29/8). Mereka berkumpul bukan tanpa alasan, tapi karena ayam.

Ya, mulai 29 Agustus hingga 3 September 2019, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan menggelar Operasi Pasar (OP) Daging Ayam di 7 titik yang ada di 4 kabupaten/kota. Dan kawasan Sungai Andai Banjarmasin, menjadi lokasi pertama pelaksanaan OP daging ayam tersebut.

Sebanyak 5.000 ekor daging ayam segar dengan ukuran besar, disiapkan pihak panitia, yang terdiri dari dinas perdagangan, dinas perkebunan dan peternakan, serta Perhimpunan Ini Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Kalsel, pada hari pertama OP. Hanya dalam kurun waktu 3,5 jam saja, ribuan ayam yang dipasarkan dengan harga 25.000 rupiah per ekor itu, ludes diborong warga. Apalagi panitia tidak membatasi pembelian, mulai dari satu ekor hingga puluhan ekor, semua dilayani. Bahkan jika ada pedagang ayam yang membeli di OP ini, juga tetap dilayani. Terbukti, dengan banyaknya pembeli yang memborong ayam sekarung.

Ditemui saat pelaksanaan OP di Sungai Andai, koordinator PINSAR Kalsel Syamsul Rizal mengatakan, kegiatan ini memang dapat membantu peternak mengatasi masalah kelebihan stok atau pasokan daging ayam. Namun sifatnya hanya sebentar saja, atau jangka pendek saja.

“Saat ini kami memiliki kelebihan produksi hingga 170.000 ekor atau melebihi 30 persen dari kebutuhan pasar di Kalsel. Pasokan ini tidak dapat kami pasarkan ke daerah penyangga, seperti daerah Hulu Sungai dan Kalimantan Tengah. Namun daerah penyangga itu sekarang punya peternak sendiri, yang memasok daerahnya masing-masing. Jadilah pasokan kami tidak dapat dipasarkan ke sana, yang berdampak pada anjloknya harga di tingkat peternak,” jelasnya.

Syamsul berharap, pemerintah provinsi segera mencarikan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah yang tengah dihadapi para peternak ini. Karena produksi ayam akan terus berjalan, dan pasokan akan semakin bertambah banyak.

“Saat ini kami harus mengeluarkan biaya produksi sebesar 19.000 rupiah per ekor. Sementara harga jual di tingkat peternak sudah anjlok ke angka 10.000 rupiah per ekor. Untungnya melalui OP ini, pemerintah membeli dengan harga 15.000 rupiah per ekor,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Elsa mengaku, sangat terbantu dengan adanya OP daging ayam yang digelar pemerintah provinsi ini. Apalagi ayam yang dipasarkan berbobot besar, dan hanya dijual seharga 25.000 rupiah per ekor.

“Kalau beli di pasar harganya bisa sampai 40 ribu untuk ukuran ayam sebesar ini. Jadi ini sangat membantu kami menghemat pengeluaran rumah tangga,” ujarnya kepada Abdi Persada FM saat tengah mengantre pembelian daging ayam segar pada Kamis (29/8).

Khusus untuk kota Banjarmasin, masih ada 2 titik pelaksanaan OP daging ayam yang akan digelar pemerintah provinsi Kalsel. Yakni pada Jum’at (30/8) di kantor kelurahan Kuin Utara kawasan HKSN, yang dimulai pada jam 08.00 WITA, dengan jumlah ayam yang dipasarkan sebanyak 5.000 ekor dan harga 25.000 rupiah per ekor. Selanjutnya pada Minggu (1/9), OP daging ayam digelar di Siring Menara Pandang berbarengan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) mulai jam 07.00 WITA. Masih dengan jumlah ayam yang sama, dan harga yang sama pula. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.