15 April 2021

Pemprov Kalsel Imbau Warganya Untuk Pakai Tas Berbahan Purun

1 min read

Lina pengrajin tas purun yang sudah melakukan modifikas (memakai baju berwarna kuning), saat menerima kunjungan Ibu Lurah Alalak Utara.

BANJARBARU – Tas purun dinilai tepat dalam mengurangi penggunaan  sampah kantong plastik. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kalsel Ikhlas Indar kepada Abdi Persada FM dalam program topik kita hari ini (TKHI) edisi Kamis (22/8). Menurutnya saat ini sebagian warga sudah banyak beralih menggunakan tas purun, hasilnya ternyata mampu mengurangi sampah dari kantong plastik 30 persen, apalagi kalau semua masyarakat Kalimantan Selatan memakainya dalam kegiatan sehari-hari, terutama ke pasar, bahkan ke pusat perbelanjaan modern.  Selain itu bahan purun produk tanaman asli warga banua dan pastinya memajukan perekonomian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Ikhlas Indar.

“Untuk tanaman purun dari Kabupaten Amuntai, Kota Banjarbaru dipastikan tidak kekurangan stok,” katanya.

Sementara itu Lina salah satu pengrajin tas purun yang melakukan modifikasi mengakui, kini telah kebanjiran pemesanan, bukan hanya warga Kalsel namun juga dari luar daerah. Tas purun dimodifikasi dalam berbagai bentuk untuk menarik para pembeli. Misalnya tas purun diberi aksesoris bling bling atau dimodif dengan kain sasirangan.

“Penjualannya tidak hanya  face tu face namun juga melibatkan media sosial,” ucapnya.

Lina menambahkan, untuk harga tas purun yang sudah dimodifikasi ini berkisar dari Rp35 ribu – Rp 175 ribu, dan berharap warga Kalsel akan terus mampu bersaing untuk menggunakan bahkan memviralkannya di kalangan millenial. (NHF/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.