15 April 2021

Majukan Usaha, UKM Kalsel Didorong Kuasai Pasar Digital

2 min read

Para pembicara pada dialog JNE Kopiwriting bertema UKM Lokal Di Pasar Digital pada Kamis (22/8) di Banjarmasin.

BANJARMASIN – Tahukah Anda berapa jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang saat ini ada di Kalimantan Selatan? Mungkin puluhan ribu, atau bahkan ratusan ribu. Di kota Banjarmasin saja, terdata 2.000 lebih UKM yang terdaftar di dinas koperasi dan UKM kota. Bahkan pemerintah kota seribu sungai ini, juga secara gencar mendorong tumbuhnya UKM baru setiap tahunnya, dengan berbagai  regulasi yang memudahkan munculnya pengusaha baru. Targetnya, sebanyak 500 UKM baru bermunculan di ibukota provinsi Kalimantan Selatan ini. Dengan jumlah UKM yang luar biasa banyak itu, tentunya memerlukan wadah yang potensial pula, untuk memasarkan produknya. Tak hanya di tingkat lokal, tapi juga regional, nasional bahkan hingga internasional. Lalu dengan cara apa, agar UKM dapat memasarkan produknya ke luar daerah dan luar negeri? Jawabnya adalah pasar digital.

Pada dialog yang digelar salah satu perusahaan logistik nasional di Banjarmasin pada Kamis sore (22/8), salah seorang pemilik rumah makan khas Banjar Aulia Abdi memaparkan, bahwa pasar digital sangat berperan besar dalam pertumbuhan usahanya, hingga saat ini. Apalagi pada tahun 2014 saat Ia dan istrinya memulai usaha sambal khas Banjar, modal yang dimiliki tidak begitu besar dan belum memiliki tempat usaha yang representatif.

“Kami memulai usaha dengan modal hanya 100 ribu, dan saat itu kami masih ikut orangtua. Jadilah produk awal sambal andalan kami, dibuat di dalam salah satu kamar. Dengan produk yang terbatas, kami pun memakai kecanggihan teknologi untuk memasarkan produk, yakni melalui media sosial.  Sampai sekarang kami sudah memiliki beberapa cabang rumah makan, kami tetap memakai media sosial untuk memasarkan produk sambal. Bahkan kami pernah mengirimkan produk sambal khas  Banjar ini hingga ke Sydney Australia,” jelasnya.

Cara yang dipilih Aulia Abdi ini, ternyata sejalan dengan upaya pemerintah kota Banjarmasin untuk meningkatkan daya saing UKM lokal. Yakni dengan mengajak para pelaku usaha untuk go digital. Menurut asisten bidang ekonomi dan pembangunan Sekdako Banjarmasin Doyo Pudjadi di acara yang sama, melalui pasar digital, maka promosi produk-produk yang dihasilkan dapat terdorong. Sehingga UKM lokal dapat terus bersaing dalam era industri 4.0, serta menjadikan produknya go national bahkan go internasional.

Sementara itu menurut pimpinan cabang JNE Banjarmasin Depi Haryanto, jenis produk UKM lokal yang menjadi favorit dan paling banyak dikirim dari Banjarmasin ke berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri, adalah produk olahan makanan. Dimana yang paling difavoritkan adalah amplang.

“Selain itu ada pula produk kerajinan tangan seperti lampit, dan produk kerajinan dari purun. Termasuk juga produk Sasirangan, baik sudah dalam bentuk pakaian jadi maupun kain khasnya. Ini adalah dampak positif dari penggunaan pasar digital sebagai wadah penjualan produk bagi UKM. Karena itu kami sangat berharap jumlah pelaku UKM dapat terus bertambah, dan bisnis mereka dapat semakin maju seiring dengan perkembangan era digital. Tentunya ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, serta sektor usaha logistik seperti kami,” urainya. (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.