13 April 2021

Kalsel Sukses Jadi Tuan Rumah LDBI dan NSDC 2019

2 min read

Sekdaprov Kalsel (tengah berkopiah) saat menekan sirine tanda ditutupnya LDBI dan NSDC tahun 2019 pada Senin malam (19/8).

BANJARMASIN – Waktu sudah menunjukkan pukul 23.15 WITA, saat panitia mengumumkan pemenang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National School Debating Championship (NSDC) tingkat SMA sederajat tahun 2019, disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin pada Senin malam (19/8). Meski sudah larut malam, namun para peserta yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia didampingi para gurunya tersebut, tak satupun yang beranjak dari tempat acara. Termasuk para siswa dari wilayah Indonesia Timur, yang memiliki ukuran waktu satu jam lebih cepat dari wilayah Indonesia Tengah (WITA). Mereka semua menunggu hingga juri selesai mengumumkan seluruh pemenang dari sejumlah kategori. Riuh rendah suara teriakan tanda kegembiraan sesekali terdengar, saat juri memanggil nama peserta atau daerah asal peserta ke atas panggung, untuk menerima penghargaan atas prestasinya pada dua lomba debat tersebut. Semangat mereka ini tak berkurang sejak acara penutupan lomba dimulai, sekitar pukul 21.00 WITA, sejak tarian dan Madihin disajikan, hingga Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie membacakan sambutan gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

Dalam sambutan gubernur Kalsel yang dibacakan Sekdaprov Abdul Haris Makkie disebutkan, bahwa Kalsel berhasil menjadi tuan rumah yang baik pada penyelenggaraan LDBI dan NSDC tahun ini. Hal ini tentunya sesuai harapan pihak kementrian pendidikan dan kebudayaan RI, yang menunjukan Kalsel sebagai tuan rumah.

“Kami sangat berterima kasih kepada kementrian pendidikan dan kebudayaan, yang sudah mempercayakan Kalsel sebagai tuan rumah tahun ini. Suksesnya acara ini juga tidak lepas dari peran serta seluruh pihak, baik dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi selaku panitia lokal, dan juga sejumlah sekolah yang menjadi tempat berlangsungnya lomba. Kami juga mewakili pemerintah provinsi Kalsel, meminta maaf kepada seluruh peserta, seandainya dalam pelaksanaan lomba debat ini ada kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammad Yusuf Effendi, pada lomba debat tahun ini, tim Kalsel berhasil memperbaiki peringkat dibanding lomba tahun lalu di Bengkulu. Meski secara target, tim Kalsel gagal masuk peringkat 10 besar seperti yang diharapkan.

“Kita tetap senang, karena gelaran lomba debat di Kalsel ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk lomba kedepannya. Setidaknya tim Kalsel sudah melihat kemampuan dari tim-tim lainnya, terutama untuk bekal lomba tahun depan di Bangka Belitung. Kita berharap dapat kembali memperbaiki peringkat tahun depan,” jelasnya.

Pada LDBI tahun ini, tim Kalsel mendapatkan posisi sebagai juara favorit. Sementara pada NSDC, Kalsel tidak memperoleh peringkat sama sekali. Juara umum pada lomba debat tahun ini adalah provinsi DI Yogyakarta, yang berhasil menempatkan pembicara terbaik dan best speakernya di jajaran 10 besar. Untuk wilayah Kalimantan, diwakili Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Sedangkan di jajaran juri dari kalangan guru, Kalsel menempati posisi juri terbaik pertama, pada LDBI. (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.