15 April 2021

BPBD Banjar dan Perusahaan Helikopter Water Bombing Datangi Rumah Warga Yang Atapnya Rusak

2 min read

Atap rumah warga yang rusak diakibatkan terkena hembusan angin dari baling-baling helikopter water bombing.

BANJAR – Selasa (20/8), di Kelurahan Kemuning, Kabupaten Banjar, BPBD Kabupaten setempat bersama dengan pihak perusahaan Helikopter water bombing disertai Camat Martapura Timur dan Polsek Martapura Timur mendatangi pemilik rumah yang atapnya rusak akibat terkena hembusan angin dari baling-baling Helikopter Water bombing.

Kedatangan pihak BPBD bersama rombongan tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan kepada pemilik rumah yang atapnya rusak pada senin (19/8) lalu dikarenakan terkena hembusan angin dari baling-baling Helikopter Water bombing.

Kepada sejumlah wartawan, disampaikan Kepala BPBD  Banjar Irwan Kumar bahwa pihaknya beserta pihak perusahaan Helikopter water bombing akan bertanggung jawab atas rusaknya atap rumah warga yang terkena hembusan angin dari baling-baling Helikopter Water bombing.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan kami terhadap musibah yang terjadi di Kelurahan Kemuning, Kabupaten Banjar, pada Senin lalu yang mengakibatkan satu atap rumah warga rusak diakibatkan kencangnya tiupan angin dari baling-baling Helikopter saat terbang rendah untuk mengambil air di sungai Martapura,” ucap Irwan.

Lebih lanjut disampaikan Irwan, kejadian tersebut merupakan kejadian yang tidak disengaja, dikarenakan Helikopter Water Bombing perlu cepat mengambil air untuk pemadaman hutan.

“Karena posisi air yang paling terdekat dari kebakaran adalah sungai martapura dan ke dalam sungai nya pun sudah mencukupi, namun karena keadaan api cukup besar, serta waktu yang sudah semakin sore, maka Helikopter perlu cepat bolak balik untuk memadamkan api,” ucapnya.

Untuk diketahui, pada Senin (19/8) sore kemaren, Helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang digunakan untuk pemadaman karhutla merusak sebuah atap rumah warga di Kelurahan Kemuning, Kabupaten Banjar diakibatkan kencangnya tiupan angin dari baling-baling helikopter saat terbang rendah untuk mengambil air di sungai Martapura. (TR02/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.