13 April 2021

2020, BI Terapkan QR Code Standar Indonesia

2 min read

Pj kepala divisi pembayaran dan pengelolaan uang rupiah BI Kalsel, saat menunjukkan penggunaan QRIS pada Senin (19/8).

BANJARMASIN – Tanggal 17 Agustus 2019 lalu, tak hanya diperingati sebagai HUT Kemerdekaan RI saja, tetapi juga menjadi momen penting dan bersejarah bagi Bank Indonesia. Pada tanggal itu, Bank Indonesia secara resmi meluncurkan Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking. QR Code Indonesian Standard (QRIS) tersebut  akan  efektif berlaku secara nasional mulai 1 Januari 2020. Hal ini untuk memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

Peluncuran QRIS ini, merupakan salah satu implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada Mei 2019 lalu.

Pada jumpa pers di kantornya Senin siang (19/8), pejabat kepala divisi sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah kantor perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan R. Bambang Setyo Pambudi menjelaskan, QRIS yang mengusung semangat UNGGUL (UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung), yang bertujuan mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, dan juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Selain itu, QRIS juga diharapkan dapat mencegah monopoli pada sistem pembayaran melalui uang elektronik, sekaligus meningkatkan penggunaan oleh masyarakat Indonesja khususnya di Kalsel. Mengingat hingga saat ini, masyarakat Kalsel masih sangat mengandalkan pembayaran tunai,” jelas lelaki yang baru bertugas 3 bulan di Kalsel itu.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat, dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran domestik dan luar negeri. Selain itu, masyarakat juga dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel.  “Transaksi dengan QRIS juga menguntungkan pembeli dan penjual, karena berlangsung efisien melalui satu kode QR, yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. Dengan QRIS, prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran,” tambahnya.

QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan menggunakan standar internasional EMV Co.1 untuk mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas, dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara. Sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara.

Untuk tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM), dimana penjual (merchant) akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran. Sebelum siap diluncurkan, spesifikasi teknis standar QR Code dan interkoneksinya telah melewati uji coba (piloting) tahap pertama pada  September hingga November 2018, dan tahap kedua pada April hingga Mei 2019 lalu. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.