15 April 2021

Soal Konflik Umat Beragama di Desa Simpang Empat, Sukamta Minta Semua Pihak Menahan Diri

2 min read

TALA – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB) Tala dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tala melakukan rapat koordinasi terkait penyelesaian masalah konflik umat beragama di Desa Simpang Empat Sungai Baru Kecamatan Jorong. Rapat tersebut dilaksanakan di Ruang Kerja Bupati tala, Pelaihari pada senin (19/08).

Rapat tersebut diikuti langsung oleh Bupati Tala Sukamta, Wabup Tala Abdi Rahman, Sekda Tala Syahrian Nurdin, Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan, Kajari Tala Abdul Rahman, Ketua FKUB Tala Makmun, perwakilan dari Kodim 1009 Pelaihari serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Jorong.

Ketua FKUB Tala Makmun menuturkan bahwa permasalahan yang ada terjadi karena ada sekelompok masyarakat yang beragama Kristen melakukan peribadatan di tempat yang tak seharusnya yaitu di rumah pribadi sehingga menimbulkan polemik di kalangan warga setempat, padahal di Kecamatan Jorong sendiri memiliki 3 buah gereja yang bisa dijadikan tempat untuk peribadatan. Makmun menambahkan bahwa jika ingin membangun tempat ibadah atau tempat ibadah sementara sudah diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor 9 tahun 2005 dan Nomor 8 tahun 2006 tentang Pedoman pelaksanaan tugas kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, Pemberdayaan FKUB dan Pendirian Rumah Ibadat.

“Sudah kami lakukan mediasi sebanyak 5 kali dan kami meminta agar umat Kristiani yang beribadat didalam ruamh pribadi yang terletak di Desa Simpang Empat Sungai baru agar menunda aktivitasnya terlebih dahulu beribadat dirumah itu dan beribadat di gereja yang ada di Kecamatan Jorong sementara izin dan persyaratan pembuatan rumah ibadah sementara belum dipenuhi,” ujarnya.

Ketua FKUB Tala Makmun juga menambahkan bahwa 5 mediasi di tingkat Kecamtan Jorong sebelumnya belum juga mendapatkan titik temu antara kedua pihak, hingga FKUB Tala pun meminta langsung ke Pemkab Tala turun tangan dalam permasalahan ini sebelum permasalahan ini menjadi besar.

Bupati Tala Sukamta pun meminta semua pihak agar menahan diri dan menjaga kerukunan yang ada karena menurutnya sudah puluhan tahun umat kristiani dan umat muslim yang ada di Kecamatan Jorong hidup berdampingan dengan rukun tidak pernah ada sama sekali konflik agama.

“Jadi saya minta umat muslim untuk menahan diri, sedangkan umat kristiani agar menunda dulu penggunaan rumah ibadat sementara di salah satu rumah pribadi warganya, saya harap umat kristiani yang ada ini agar memanfaatkan 3 buah gereja yang berada di dekat sini (Kecamatan Jorong),” ujarnya.

Sukamta mengatakanbahwa FKUB Tala telah menyerahkan kasus ini kepada Pemda, untuk ditangani dengan cepat dan tepat agar tidak ada polemik yang berkepanjangan, “saya tidak ingin polemik ini berkepanjuangan dan membesar, masalah ini juga cukup sensitif kita tidak ingin terjadi hal-hal yang diluar kendali,” tutup Kamta. (HUM-TALA/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.