NewsProvinsi Kalsel

204 Siswa SMA Se Indonesia, Berdebat di Kalsel

BANJARMASIN – Mendebat, umumnya dianggap tindakan kurang terpuji, apalagi jika dilakukan seorang anak terhadap orang yang lebih tua. Kualat, begitu kata para tetua mengingatkan. Namun apa jadinya, jika ternyata berdebat justru dijadikan lomba oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan. Jangan salah! Karena lomba berdebat ini, lebih diarahkan untuk melatih siswa berpikir secara logis, dan mampu mempertahankan opini yang dianggapnya benar dengan cara yang benar. Baik dari sisi bahasa maupun sikap,  dan tidak berujung perseteruan. Justru pihak yang berhasil mempertahankan opininya, baik yang bertahan maupun oposisi, akan mendapatkan gelar juara dan hadiah. Dan tahun ini, provinsi Kalimantan Selatan dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan lomba debat tingkat nasional, untuk siswa SMA sederajat. Yakni Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National School Debating Championships (NSDC), mulai 14-20 Agustus 2019 disejumlah sekolah di Banjarmasin. Diantaranya SMA Ukhuwah dan SMA Don Bosco. Pembukaan dua lomba nasional ini, dilakukan gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor pada Rabu (15/8) di gedung Candra Banjarmasin.

Usai membuka lomba, kepada wartawan gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengaku sangat bangga telah dipilih kementrian pendidikan dan kebudayaan, sebagai tuan rumah. Apalagi ini adalah pertama kalinya provinsi di Kalimantan, ditunjuk sebagai tuan rumah LDBI dan NSDC.

“Saya berharap acara ini berlangsung dengan sukses, baik dari sisi pelaksanaan dan juga dari sisi prestasi. Saya berharap anak-anak kita dapat memberikan prestasi terbaik pada lomba debat ini,” harap gubernur yang biasa disebut Paman Birin tersebut.

Namun begitu, Paman Birin juga mengingatkan para juri, untuk bekerja maksimal dan bersikap adil dan jujur.

“Saya ingin kemenangan yang diraih, sesuai dengan kemampuan yang ditunjukkan, bukan dari hasil permainan,” tegasnya.

Terkait hal ini, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kalimantan Selatan Muhammad Yusuf Effendi, pihaknya sudah melakukan seleksi ketat, untuk mendapatkan 6 peserta terbaik mewakili Kalsel di dua ajang lomba debat nasional ini.

“Mereka yang mewakili Kalsel berasal dari 6 sekolah di Banjarmasin, yang sudah mengungguli rekan-rekannya se Kalsel pada lomba di tingkat provinsi. Yakni dari SMA Negeri 1, SMAN 2, SMAN 7 Banjarmasin, SMA BANUA, SMA Ukhuwah dan SMA Don Bosco. Kami menargetkan, para siswa ini dapat mencapai posisi 10 besar,” jelasnya.

Tiga puluh tiga provinsi lainnya pun, menurut Yusuf, juga masing-masing mengirimkan 6 perwakilan terbaiknya.

“Kalo ditotal, maka ada 204 siswa SMA sederajat dari 34 provinsi di Indonesia, turut serta pada LDBI dan NSDC tahun ini di Kalsel,” tutupnya. (RIW/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat