BanjarmasinNews

11 SKPD Di Pemko Banjarmasin Masuk Zona Merah

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin akan memberikan sanksi tegas, apabila hingga akhir tahun 2019, serapan SKPD masih rendah. Tidak main main sanksi tegas yang akan diberikan berupa non-job kepala SKPD tersebut.

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, kepada sejumlah wartawan, Selasa (13/8).

Hermansyah mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin nantinya tidak akan segan segan menon-jobkan kepala SKPD jika serapan anggaran mereka, masih rendah hingga akhir tahun mendatang.

“Rendahnya serapan anggaran tersebut berarti SKPD tidak bekerja,” ucap Hermansyah.

Oleh karena itu, lanjut Hermansyah, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan waktu selama 4 bulan kedepan hingga akhir tahun. Apabila, pada evaluasi akhir tahun ditemukan masih ada SKPD yang serapan anggarannya rendah, maka akan diberikan sanksi tegas.

Hermansyah mengatakan, jika ia mengusulkan sanksi untuk Kepala SKPD yang serapan anggarannya rendah, untuk di non-jobkan.

Dalam kesempatan tersebut, Hermansyah juga menyampaikan, sampai akhir triwulan kedua di tahun 2019 ini, ada 11 SKPD dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin yang masuk dalam zona merah. Dengan, penyerapan anggaran masih 26 persen.

“11 SKPD tersebut, yaitu, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin, serta 5 Kecamatan yang ada di Kota Banjarmasin,” ungkap Hermansyah.

Oleh karena itu, lanjut Hermansyah, ke 11 SKPD yang masuk dalam zona merah ini, diminta segera merapatkan barisan, agar penyerapan anggaran semakin tinggi. Sesuai dengan apa yang direncanakan oleh SKPD tersebut.

Menurut Hermansyah, 11 SKPD tersebut tidak berimbang dalam bekerja dan pembayaran gaji. Penyerapan anggaran hanya sebesar 26 persen, sedangkan pembayaran gaji, tunjangan, dan lainnya sudah mencapai 70 persen.

“Tentunya, keadaan tersebut sangat memprihatinkan,” ucap Hermansyah. (SRI/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat