4 Maret 2021

Hot Spot Meningkat

1 min read

Kepala bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Sahruddin BPBD Kalsel pada rapat bersama tim satgas di aula BPBD Kalsel di Banjarbaru.

BANJARBARU – Titik hot spot di Kalsel meningkat selama dua hari ini. Minggu kemarin terpantau 81 titik dan Senin 14 titik. Dengan cuaca cerah berawan berpotensi terjadinya peningkatan kebakaran hutan dan lahan. Apalagi dari laporan BMKG wilayah Kalsel masuk dalam kategori berwarah merah.

Suasana Saat Rapat Berlangsung.

Kepala bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Sahruddin BPBD Kalsel pada rapat bersama tim satgas di aula BPBD Kalsel di Banjarbaru, mengatakan tim satgas darat sempat kewalahan dengan banyaknya titik api. Sehingga heli Water Bombing harus turun tangan untuk memadamkan terutama dikawasan Banjarbaru dan kabupaten Banjar.

“Sebenarnya Kabupaten HSS minta bantuan heli untuk memadam kebakaran, namun karena jumlah heli masih terbatas, maka yang kita prioritaskan untuk mengamankan kawasan Banjarbaru dan Banjar,” ujarnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel Abriansyah meminta tim satgas agar proaktif melakukan pencegahan titik api sebelum terjadi dan membesar. ” Alhamdulillah titik api menurun, dari sebelumnya 81 turun 12, ini menunjukkan bahwa kinerja tim satgas sengat baik,” ujarnya.

Diketahui, dalam menangani kebakaran hutan dan lahan BPBD menerjunkan 5 posko, di Banjarbaru, Banjar, Tanah Laut dan Batola. dinas Kehutanan Kalsel juga ikut berpatroli dihutan lindung seperti tahura.
BNPB menilai kinerja BPBD Kalsel dalam menangani kebakaran sudah cukup baik.

Fajar, LO dari BNPB menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan adalah tugas kita bersama. ” Kita harus mendahukukan pencegahan dengan melakukan komunikasi agar masyarakat tidak membakar,” ujarnya. (BPBDKALSEL/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.