12 April 2021

Di Batola, Baru Ada 14 UMKM Yang Bersertfikat Halal

1 min read

Bupati Batola Noormilyani saat melihat barang UMKM Batola.

BARITO KUALA – Dari ratusan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Barito Kuala, baru 14 yang bersertifikat halal dan 1 yang masih dalam proses.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah mewajibkan seluruh pelaku industri, memiliki sertifikat halal. Aturan itu juga berlaku untuk hasil olahan UMKM.

Sertifikat tersebut dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang berada di bawah Kemenag. Penerapan kewajiban ini dilakukan bertahap sejak 17 Oktober 2019 hingga 17 Oktober 2024.

Dan untuk mendapatkan sertifikasi tersebut memerlukan banyak syarat yang harus dipenuhi dan bisa memakan waktu yang lama dengan biaya yang mahal.

Kepada Abdi Persada FM, Kabid Perindustrian Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Batola, Wahyu Adibawono mengatakan, untuk mendapatkan sertifikasi tersebut memang perlu biaya banyak.

“Memang biaya yang dibutuhkan cukup mahal, sehingga terkadang pelaku usaha berpikir anggaran pembuatan sertifikat dijadikan modal dulu. Namun demi perkembangan usaha, terutama pemasaran produk ke toko-toko modern maupun penjualan keluar daerah, sertifikat halal menjadi salah satu persyaratan utama,” ucapnya.

Disampaikan Wahyu, UMKM yang ada di Batola yang sudah mengantongi sertipikat halal diantaranya adalah Keripik Singkong Igoy, Sale Kriuk, Keripik Kelakai Jaya Rezky, Kacang Kecambah Kamu, Kerupuk Pipih Sama Berjuang dan Alexa Bakery.

Wahyu pun memastikan, pihaknya tidak tinggal diam. Selama tiga tahun terakhir, mereka memfasilitasi pelaku usaha yang ingin mendapatkan sertifikat halal.

“Dalam setiap tahun, kami menawarkan bantuan kepada enam pelaku usaha. Tiga ditanggung kabupaten dan sisanya difasilitasi provinsi,” pungkasnya. (TR01/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.