BanjarNews

Banjar, Tukang Kontruksi Harus Sertifikat

BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Balai Kontruksi wilayah V Banjarmasin Kementrian PU menggelar Uji Kompetensi (sertifikasi) Tenaga Kerja Terampil (tukang)  Kontruksi untuk wilayah Kabupaten Banjar, Selasa (30/7) di halaman Terminal Induk Gambut Barakat KM 17  Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Banjar Saidi Mansyur didampingi  Kepala Bidang  Kontruksi PUPR Kabupaten Banjar Hasbianor dan perwakilan Balai  Kontruksi Wilayah V Banjarmasin dari Kementrian PU serta diikuti peserta Kompetensi Tenaga Kontruksi ( tukang ) di Kabupaten Banjar.

Dalam sambutannya Saidi mengatakan berdasarkan undang-undang No. 2 Tahun 2017 tentang jasa kontruksi, Pemerintah Kabupaten di beri kewenangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas di bidang jasa kontruksi. Untuk itu para tenaga kerja kontruksi dituntut harus terampil karena persaingan di era global ini, apa lagi Indonesia termasuk dalam negara ekonomi Asean, sehingga perdagangan bebas termasuk jasa kontruksi bebas masuk ke Indonesia.

Menurut Saidi di Kabupaten Banjar sudah terdapat tenaga Kerja Kontruksi yang bersertifikat seribu orang lebih, namun seribu orang lebih pula yang masih belum bersertifikat.

“Kami berharap dengan kegiatan sertifikasi atau kompetensi jasa kontruksi ini, Kualitas maupun Kuantitas para tenaga terampil atau tukang akan terus meningkat dan lebih mengetahui tentang bidang kontruksi,” harap Saidi.

Kabid Jasa Kontruksi Dinas PUPR Banjar Hasbianoor.

Sementara Kepala Bidang Jasa Kontruksi PUPR Kabupaten Banjar Hasbianor Kepada Abdi Persada FM mengatakan, sedikitnya 400 orang lebih yang akan  mendapatkan sertifikasi pada uji kompetensi tenaga terampil atau tukang kontruksi ini. Hasbi mengatakan kegiatan ini sudah yang ke dua kalinya di laksanakan pada tahun 2018 yang lalu dan tahun 2019 ini.

Menurut Hasbi  kegiatan yang dilaksanakan dilokasi terminal Gambut Barakat KM 17 ini ada sebanyak 200 orang peserta dan 200 orang lagi akan dilaksanakan dilokasi stadion Demang Lehman yang dilaksanakan pada hari Rabu ini.

“Dari hasil kegiatan ini, kami akan melakukan monitoring tahun berikutnya  pada setiap tenaga kerja kontruksi di Kabupaten Banjar dan bagi setiap yang berhubungan dengan pekerjaan kontruksi  berkewajiban memiliki sertifikasi baik perusahaan jasa kontruksi swasta maupun pemerintah. Kami berhak mengenakan sangsi berdasarkan undang-undang No 2 tahun 2017, dimana kami berhak mengentikan para tukang-tukang tersebut apa bila tanpa ada sertifikasi,” jelasnya.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Balai  Kontruksi Wilayah V Banjarmasin Kementrian PU, Yohanes Kristian Sitompul.

Masih di tempat yang sama, Kepala Seksi Penyelenggaraan Balai  Kontruksi Wilayah V Banjarmasin dari Kementrian PU, Yohanes Kristian Sitompul mengatakan pada proses penerimaan peserta meraka di persyarakatkan  harus berpengalaman pada pekerjaan di bidang kontruksi, dan meraka yang mengikuti sertfikasi ini diperuntukan sebagai pengakuan bahwa para tukang ini memang berkompeten di bidang jasa kontruksi. Sehingga nantinya mampu bersaing di dunia usaha bidang jasa kontruksi.

“ Seperti dikatakan wakil Bupati Banjar, sertifikasi ini tentunya berguna bagi mereka untuk mampu bersaing pada usaha jasa kontruksi , sehingga dapat di gunakan tidak hanya diwilayahnya saja tapi mampu bersaing dengan provinsi lain bahkan mampu bersaing dengan jasa kontruksi luar negeri,” jelasnya. (AF/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat