16 Oktober 2021

Tolak Kapal Fiber, Nelayan Kalsel Gagal Dapat Bantuan Tahun Ini

2 min read

BANJARBARU – Sejak tahun 2017, nelayan di kawasan pesisir Kalimantan Selatan rutin mendapatkan bantuan kapal dari kementrian kelautan dan perikanan. Terhitung sudah 20 kapal dihibahkan kementrian kepada 20 kelompok nelayan, dari kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru. Dengan rincian, 5 kapal pada tahun 2017, dan 15 kapal pada tahun 2018. Pada tahun ini, tercatat ada 8 kelompok nelayan lagi, yang mengajukan bantuan kapal tersebut. Proposal pun sudah diajukan sejak tahun lalu, dan mendapat persetujuan dari pihak kementrian. Sayangnya, saat 8 kapal dengan bobot 5 gross ton itu siap dihibahkan, ternyata para nelayan justru menolaknya. Usut punya usut, penolakan ini ternyata dikarenakan kapal yang terbuat dari fiber.

Menurut sekretaris dinas perikanan dan kelautan Kalimantan Selatan Winarno, seharusnya tidak ada penolakan lagi dari para nelayan, jika berkaca pada proposal yang sudah mereka ajukan sejak tahun lalu.

“Didalam proposal jelas-jelas tertulis bahwa kapal yang dihibahkan terbuat dari fiber. Dan itu juga sudah disetujui oleh para nelayan dalam proposalnya. Tapi saat kapal siap diberikan, mereka malah bertingkah dengan menolaknya,” jelasnya dengan nada kecewa.

Winarno mengatakan, adanya penolakan ini mengakibatkan kementrian membatalkan bantuan 8 kapal tersebut.

“Kita sangat berharap, kejadian ini tidak membuat pihak kementrian menjadi kecewa kepada Kalsel, dan akan terus menyalurkan bantuan kapal tahun depan. Mengingat kelompok nelayan yang memerlukan bantuan, masih sangat banyak,” harapnya.

Sementara itu, kementerian kelautan dan perikanan memastikan, kapal penangkap ikan berbahan fiber yang dihibahkan kepada nelayan sejak tahun 2016 lalu, ada untuk digunakan melaut,  meskipun kementerian perhubungan menyatakan sebaliknya. KKP menjamin, kapal berbahan fiber yang dibangun sesuai standar klasifikasi keamanan dan kelaikan berlayar, sesuai Badan Klasifikasi Indonesia (BKI). Sebelumnya, kementrian perhubungan mengatakan bahwa kapal berbahan fiber tidak layak lagi digunakan, karena rentan terhadap terpaan ombak. Untuk itu, pihaknya akan melarang secara perlahan kapal berbahan fiber, terutama kapal angkutan. (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?