NewsProvinsi Kalsel

Pembahasan KUA-PPAS, Gaji Guru Honorer Naik Lagi?

BANJARMASIN –  Sejak tahun ini, honor Guru Tidak Tetap Non Aparatur Sipil Negara (Non ASN) Tingkat SMA/SMK di Kalsel sudah mengalami kenaikan sebesar Rp 500 ribu menjadi Rp1,5 juta. Namun nominal itu dinilai belum memadai dibanding pengabdian mereka. Sehingga diusulkan pada tahun 2020, guru honorer tersebut naik hingga setara Upah Minimum Provinsi (UMP).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, M. Yusuf Effendy mengatakan wacana penambahan honor tersebut merupakan inisiatif Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin.

“Usulan itu sebagai penghargaan dan komitmen Paman Birin terhadap pengabdian mereka selama ini,” katanya.

Yusuf mengungkapkan dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon APBD Sementara (KUA-PPAS) bersama Komisi IV DPRD Kalsel pada Senin 29 Juli 2019, Disdikbud mengusulkan gaji Guru Tidak Tetap dinaikkan menjadi Rp2,4 juta. Tujuannya dengan jaminan kesejahteraan guru, kinerja mereka bisa maksimal dalam upaya mencerdaskan anak Banua.

Sementara, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, M. Lutfi Saifuddin menyambut positif usulan penambahan gaji guru honorer tersebut.

“Memang ini yang kami harapkan dan selama ini diperjuangkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer,” katanya.

Lutfi berjanji Komisi IV DPRD Kalsel akan mengawal pengajuan alokasi ini dalam pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel nantinya agar bisa disetujui.

Terkait wacana kenaikan honor Guru Non ASN Sekolah Negeri ini sebagai angin segar bagi 5.300 lebih Guru Tidak Tetap di Banua. Besar harapan mereka, kabar baik ini bisa direalisasikan. Sehingga kehidupan mereka bisa lebih sejahtera. (NRH/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat