19 Oktober 2021

Demi Kelas A, Sambang Lihum Sewa Dokter Dari Surabaya

2 min read

BANJARMASIN – Kabar kurang sedap, berhembus di dunia kesehatan Kalimantan Selatan. Dua rumah sakit milik pemerintah provinsi Kalsel, dikabarkan mengalami turun kelas. Dimana salah satunya adalah rumah sakit jiwa (RSJ) Sambang Lihum. Kabar tidak mengenakkan ini pun sampai ke telinga sang direktur, I Gde Bagus Dharma Putra, yang membenarkan berita itu, saat dikonfirmasi langsung oleh Abdi Persada FM baru-baru ini.

“Ya benar, kita terancam turun kelas. Kenapa?, karena fasilitas tenaga kesehatan berupa dokter dan perawat di tempat kita berkurang. Sehingga kementrian kesehatan mereview rumah sakit kita, dari kelas A ke kelas B,” jelasnya.

Lelaki yang pernah menjabat sebagai sekretaris daerah di Hulu Sungai Tengah ini mengungkapkan, berkurangnya tenaga dokter dan perawat di rumah sakit ini, karena berbagai faktor. Salah satunya adalah dokter titipan pemerintah kota Banjarmasin, sudah ditarik kembali untuk RSUD Sultan Suriansyah. Termasuk tenaga perawatnya.

“Sementara untuk perekrutan dokter dan perawat sulit dilakukan, karena letak rumah sakit yang kurang strategis dibanding rumah sakit lainnya. Sehingga tidak banyak dokter atau perawat, yang mau mengabdi di rumah sakit ini, kecuali memang pada bidang kejiwaan dan psikologi,” urainya.

Namun Dharma mengaku tidak habis akal, untuk mempertahankan kelas “A” RSJ Sambang Lihum. Yakni dengan mendatangkan dokter dan perawat dari luar daerah, tepatnya Surabaya.

“Mereka sudah terjadwal untuk ada di rumah sakit setidaknya seminggu sekali. Hal ini untuk memastikan, bahwa jumlah dokter dan perawat sudah memenuhi batas jumlah minimal untuk kelas A. Selain itu, kami juga tengah menyekolahkan satu dokter, untuk posisi konsultan. Dimana ini juga menjadi syarat rumah sakit kelas A. Dengan begitu saya dapat pastikan, Sambang Lihum masih berstatus kelas A,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menginstruksikan dua rumah sakit yang mengalami peninjauan ulang atau review kelas, untuk segera berbenah diri. Apalagi masih tersisa waktu dari kementrian kesehatan, untuk melakukan perbaikan tersebut. Selain itu, gubernur juga meminta seluruh SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalsel, untuk dapat bersama-sama membantu dua rumah sakit ini mempertahankan kelasnya. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?